Danantara soroti ketimpangan rute Garuda-SQ, rencana revisi perjanjian

Ketimpangan Rute Penerbangan Indonesia-Singapura Dikritik

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengungkapkan kekhawatiran terhadap ketimpangan dalam rute penerbangan antara Indonesia dan Singapura. Praktik resiprokal yang selama ini berlaku dinilai tidak adil, karena hanya menguntungkan Singapore Airlines (SQ). Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan hak antar negara dalam penggunaan ruang udara.

Singapore Airlines memiliki frekuensi penerbangan yang sangat tinggi, mencapai 6 hingga 8 kali sehari menggunakan pesawat berbadan lebar seperti Airbus A330-300. Sementara itu, Garuda Indonesia hanya melayani rute yang sama sebanyak 1 hingga 2 kali per hari. Managing Director Stakeholders Management Danantara, Rohan Hafas, menyampaikan bahwa praktik resiprokal saat ini tidak lagi seimbang dan justru memberatkan Indonesia.

"Kalau Indonesia ke Singapura, Singapura berarti boleh ke Indonesia, Singapore Airlines-nya. Itu selalu risiprokal dan kali ini Indonesia tertindas nih risiprokalnya," ujarnya dalam diskusi dengan media di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Penumpang dari Indonesia Jadi Sumber Pendapatan Utama SQ

Rohan menyebutkan bahwa rute dari Indonesia menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi Singapore Airlines. Dia memperkirakan sekitar 65 persen pendapatan maskapai tersebut berasal dari penerbangan intensif dengan rute Indonesia-Singapura. Menurutnya, SQ meraup keuntungan besar dari rute jarak pendek di Indonesia karena persaingan di rute internasional jarak jauh (long haul) sangat berat.

Di jalur menuju New York atau negara lainnya, SQ harus bertarung harga dengan maskapai Timur Tengah seperti Qatar Airways dan Emirates, yang membuat margin keuntungan mereka menjadi sangat tipis. "Selama ini kurang adil seperti yang tadi saya sudah kasih prologue, SQ delapan kali, Garuda dua kali ke Singapura," tuturnya.

Singapura Jadi Hub Penerbangan ke Berbagai Negara

Rohan menjelaskan bahwa tingginya frekuensi penerbangan Singapore Airlines bukan semata-mata karena penumpang ingin berbelanja di Singapura. Dia menilai, Singapura telah berhasil membangun jaringan sebagai hub atau titik transit utama. Strategi yang digunakan adalah dengan membawa penumpang dari Jakarta ke Singapura menggunakan tarif kompetitif. Nantinya, penumpang tersebut dialirkan ke rute-rute lanjutan seperti Jepang atau Amerika Serikat (AS).

"Jadi bawa penumpang dari Jakarta ke sana, murah, nanti tekornya diambil dari Singapura to New York, Singapura to Japan, dan connecting dia," ujar dia.

Danantara Targetkan Perbaikan Perjanjian Udara Mulai 2026

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Rohan mengatakan bahwa mulai 2026, pemerintah berkomitmen untuk memperbanyak reciprocal agreement dan memperbaiki kerangka Air Service Agreement (ASA). Selain Singapura, Indonesia juga akan meninjau ulang dan memperkuat kerja sama penerbangan dengan negara-negara tujuan utama lainnya. Beberapa negara yang menjadi fokus perbaikan perjanjian tersebut, antara lain Australia, Jepang, Belanda, Arab Saudi, hingga Korea Selatan.

"Itu yang harus diperbaiki, itu reciprocal agreement-nya ada. Masing-masing airline itu pasti punya di seluruh dunia juga begitu," katanya.

Opsi Garuda Beli 50 Pesawat Boeing dengan Mencicil

Dalam konteks perbaikan sistem penerbangan, Danantara juga mengungkapkan opsi bagi Garuda Indonesia untuk membeli 50 pesawat Boeing dengan cara mencicil. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi operasional Garuda di berbagai rute penerbangan.

Danantara Mau Bikin Holding Maskapai BUMN, Garuda Indonesia Jadi Induk

Selain itu, Danantara juga merencanakan pembentukan holding maskapai BUMN dengan Garuda Indonesia sebagai induk. Rencana ini bertujuan untuk memperkuat posisi Garuda dalam industri penerbangan nasional dan global. Dengan struktur yang lebih terintegrasi, Garuda diharapkan bisa lebih kompetitif dan mampu bersaing dengan maskapai internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan