Danantara umumkan pemenang WTE Bali-Bekasi, ini bocorannya


Proyek Waste to Energy (WtE) yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara sedang memasuki tahap akhir seleksi pemenang tender untuk gelombang pertama. Proyek ini akan dijalankan di empat kota yaitu Bali, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta.

Direktur Investasi Danantara, Fadli Rahman, menjelaskan bahwa saat ini komite seleksi yang terdiri dari 60 tokoh tengah melakukan evaluasi terhadap calon pemenang. Pemilihan pemenang dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Rencananya, nama pemenang akan diumumkan pada pekan kedua Maret. Meski sedikit tertunda dari rencana awal, hal ini disebabkan oleh beberapa hal teknis yang perlu diselesaikan.

Fadli menyampaikan bahwa proses seleksi untuk dua kota, yaitu Bekasi dan Bali, sudah mencapai tahap akhir. Sementara itu, untuk Bogor dan Yogyakarta masih dalam proses penyelesaian. Ia juga menegaskan bahwa pengumuman resmi akan dilakukan oleh Pak Rosan pada bulan Maret.

Kriteria yang Harus Dipenuhi

Dalam proses seleksi, Danantara menetapkan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan pemenang. Salah satunya adalah pemenuhan administrasi, kemampuan latar belakang perusahaan, serta kualitas rancangan dan penanganan sisi lingkungan. Selain itu, perusahaan pemenang juga harus menunjukkan kemampuan mitra lokal yang terlibat dalam proyek.

Fadli menjelaskan bahwa pemenang tender sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) harus memiliki kemampuan operasional, keuangan yang kuat, dan manajemen risiko yang baik. Selain itu, perusahaan peserta harus melibatkan mitra lokal dalam proposal mereka. Namun, mitra lokal tidak perlu memiliki pengalaman di bidang pengelolaan sampah.

Peran Mitra Lokal

Aspek yang diperlukan dari mitra lokal berkaitan dengan perizinan dan kemampuan dalam melakukan sosialisasi. Mitra lokal juga dibutuhkan untuk memahami budaya masyarakat setempat. Fadli mencontohkan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang batu bara bisa saja menjadi mitra karena memiliki pengalaman dalam instalasi termal.

Saat ini, di pasar modal terdapat beberapa nama perusahaan lokal yang disebut-sebut menjadi mitra dari proyek WtE, meskipun tidak memiliki pengalaman di bidang pengelolaan sampah. Beberapa di antaranya adalah PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Adapun perusahaan lain seperti PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) dan PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) yang juga disebut terlibat dalam tender memiliki bisnis pengolahan sampah.

Fadli tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai nama-nama emiten yang disebut-sebut terlibat dalam proyek WtE. Ia juga tidak merinci perusahaan lokal mana saja yang berpotensi menjadi mitra dalam proyek tersebut. Menurutnya, pengumuman nama-nama akan disampaikan secara terbuka pada waktunya.

Jumlah Peserta Tender

Secara keseluruhan, dari 24 perusahaan peserta tender yang ikut, hanya 9 perusahaan yang mengirimkan proposal pada gelombang pertama. Dari 9 perusahaan tersebut, satu di antaranya tidak menyertakan mitra lokal sehingga tidak lolos.

Untuk tahap kedua, yang akan mencakup 9 kota berikutnya, rencananya akan dimulai setelah Lebaran. Pengumuman pemenang tahap dua akan dilakukan pada pertengahan 2026.

Tender untuk gelombang kedua tidak hanya akan diikuti oleh 24 perusahaan, tetapi berpotensi diikuti oleh perusahaan lain. Danantara menurut Fadli akan membuka pendaftaran baru untuk perusahaan yang ingin bergabung, sehingga potensi mendapatkan perusahaan dengan berbagai pengalaman lebih terbuka.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan