Dari Investasi ke Isu Perbatasan, Dua Seminar Nasional Memperkaya Irau Malinau 2025

Dari Investasi ke Isu Perbatasan, Dua Seminar Nasional Memperkaya Irau Malinau 2025

Rangkaian Irau Malinau ke-11: Dua Seminar Nasional yang Menjadi Fokus Utama

Irau Malinau ke-11, yang akan berlangsung di Kalimantan Utara, akan menjadi momen penting dalam rangkaian acara tahunan ini. Salah satu agenda utamanya adalah dua seminar nasional yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 14 dan 24 Oktober 2025. Seminar ini bertujuan untuk membahas isu-isu strategis yang relevan dengan perkembangan daerah Malinau.

Ketua Panitia Irau Malinau ke-11, Ernes Silvanus, menjelaskan bahwa forum intelektual ini akan mengangkat topik-topik terkini dan penting bagi kemajuan Malinau. "Kita merencanakan ada dua seminar nasional yang dilaksanakan. Pertama pada tanggal 14 Oktober dan kedua pada 24 Oktober. Menghadirkan sosok yang kompeten di bidangnya," ujar Ernes Silvanus.

Seminar pertama yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Oktober akan fokus pada peluang investasi di Malinau. Diskusi ini diharapkan mampu membuka akses lebih luas bagi pengembangan ekonomi lokal. Beberapa tokoh nasional direncanakan hadir dalam acara ini, termasuk Menteri Ketenagakerjaan yang masih menunggu konfirmasi.

Selain itu, sejumlah tokoh lain telah menyatakan kesiapan mereka untuk hadir. Di antaranya adalah Septian Hario Seto dari Dewan Ekonomi Nasional dan Presiden Masyarakat Adat Dayak Nasional, Marthin Billa. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi peserta seminar.

Sementara itu, seminar kedua akan digelar pada 24 Oktober dengan tema perbatasan. Agenda ini menyoroti posisi strategis Malinau sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Ernes Silvanus, yang juga Ketua Pemuda Dayak Kaltara, menjelaskan bahwa seminar ini dirancang agar Malinau tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Tokoh-tokoh yang dijadwalkan hadir dalam seminar nasional kedua antara lain Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari, Gubernur Kalimantan Utara, Bupati Malinau, serta perwakilan dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan. Kehadiran para tokoh ini diharapkan dapat memperkuat posisi Malinau sebagai pusat perhatian dalam pembangunan daerah.

Ernes Silvanus menekankan bahwa seminar ini sangat penting karena Malinau harus mengambil peran dalam investasi dan juga menjaga perbatasan. "Seminar ini penting, karena Malinau harus mengambil peran dalam investasi dan juga menjaga perbatasan," ujarnya.

Selain agenda resmi, pertemuan nonformal juga akan digelar. Kehadiran para tokoh nasional diharapkan semakin menguatkan posisi Malinau sebagai pusat perhatian dalam pembangunan daerah.

Tokoh-Tokoh yang Akan Hadir dalam Seminar Nasional

  • Seminar Pertama (14 Oktober):
  • Menteri Ketenagakerjaan (menunggu konfirmasi)
  • Septian Hario Seto dari Dewan Ekonomi Nasional
  • Presiden Masyarakat Adat Dayak Nasional, Marthin Billa

  • Seminar Kedua (24 Oktober):

  • Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari
  • Gubernur Kalimantan Utara
  • Bupati Malinau
  • Perwakilan dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan

Tujuan dan Harapan dari Seminar Nasional

  • Membuka akses lebih luas bagi pengembangan ekonomi lokal melalui diskusi tentang peluang investasi.
  • Memperkuat posisi Malinau sebagai wilayah yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
  • Menjaga perbatasan dengan memperkuat kerjasama antar lembaga dan pihak terkait.
  • Meningkatkan keterlibatan masyarakat dan tokoh nasional dalam proses pembangunan Malinau.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan