
aiotrade, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengungkapkan rencana untuk mengajukan pinjaman sebesar Rp2 triliun guna membiayai berbagai proyek infrastruktur. Pinjaman ini direncanakan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur besar selama masa jabatannya sebagai Gubernur.
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pinjaman tersebut hanya berlaku selama ia memimpin provinsi tersebut. "Saya jujur saja tahun ini saya mengajukan pinjaman Rp2 triliun, tetapi hanya berlaku selama saya memimpin untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur-infrastruktur yang besar," ujarnya.
Selain untuk pembangunan infrastruktur, keputusan untuk meminjam modal juga disebabkan oleh adanya beban fiskal akibat pengurangan dana transfer ke daerah hingga mencapai Rp2,458 triliun pada 2026. "Nanti ada beberapa tempat yang kita bangun [infrastruktur] dengan biaya yang relatif lumayan, dan terus-terang saja untuk mewujudkan itu alokasi Pemda Provinsi Jawa Barat mengalami kehilangan fiskal hampir Rp3 triliun," katanya.
Proyek infrastruktur yang akan dibangun melalui pinjaman ini antara lain underpass dan jembatan layang (flyover) hingga jalur Puncak Dua. "Pemda Jawa Barat pinjam uang untuk tadi tuh Puncak dua, bikin underpass, bikin jembatan layang yang proyek-proyek besar kan itu, dan nanti ada beberapa, Cimahi tidak macet lagi karena sudah ada underpass," ujarnya.
Meski demikian, KDM menegaskan bahwa pinjaman ini hanya berlaku selama masa kepemimpinannya berlangsung atau hingga masa jabatannya berakhir pada tahun 2030 mendatang. "Itu dicicilnya sampai 2030, selama saya memimpin, tidak boleh lebih," katanya.
Sumber pinjaman modal untuk pembangunan infrastruktur dan menutupi kekurangan fiskal tahun 2026 berasal dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR). "Dari Bank BJB," ujarnya singkat.
Selain akan membangun underpass dan jembatan layang, Dedi mengungkapkan di tahun ini pemerintah melalui bantuan pihak swasta akan melaksanakan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan anyar. "Nanti sebentar lagi di 2027 kita tidak akan lagi mengalami kemacetan di Padalarang karena mulai April ini ada pembebasan lahan," katanya.
Pembebasan lahan untuk mengurai kemacetan dikatakan akan dimulai dari terminal Woosh melingkar ke Kota Baru Parahyangan hingga Cipatat. "Dan nanti dibangunnya oleh Kota Baru Parahyangan, jadi saya tidak ngeluarin lagi biaya," pungkasnya.
Sekda Jabar Herman Suryatman memastikan kepada Bisnis bahwa rencana pinjaman daerah ini tengah dibahas TAPD Pemprov Jabar. "Sedang kita kaji," ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar