
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, hadir dalam prosesi peletakan batu pertama pembangunan pabrik NPK Nitrat PT Pupuk Kujang di Kabupaten Karawang pada Selasa, 23 Desember 2025. Prosesi tersebut dilakukan bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Pembangunan pabrik pupuk senilai Rp 600 miliar ini merupakan fasilitas produksi NPK berbasis nitrat pertama di Indonesia. Dedi menyampaikan bahwa pembangunan pabrik ini adalah langkah strategis yang bertujuan untuk memberikan dukungan kepada petani agar lebih mandiri dan memiliki kekuatan ekonomi yang lebih baik.
"Pemerintah wajib hadir bagi petani. Selain subsidi pupuk, kita harus menjamin harga jual gabah yang menguntungkan dan ketersediaan lahan," ujar Dedi dalam keterangan tertulis, Rabu, 24 Desember 2025.
Dengan berdirinya pabrik NPK nitrat, diharapkan dapat menekan angka impor pupuk nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian hortikultura. NPK nitrat memiliki keunggulan dalam mendorong pertumbuhan daun dan batang tanaman serta membuat tanaman lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan hama.
Dedi menekankan pentingnya upaya menjaga keberadaan lahan sawah sebagai langkah mitigasi bencana jangka panjang. Ia meminta PT Pupuk Kujang sebagai perusahaan pelat merah terus mengembangkan pupuk organik untuk memulihkan unsur hara tanah di Jawa Barat.
"Petani bukan hanya memproduksi pangan, tetapi juga mampu mengendalikan wilayah dari bencana. Kami juga berharap ada integrasi dengan pupuk organik agar kualitas tanah tetap terjaga," tambahnya.
Sudaryono menyebutkan bahwa kebutuhan pupuk nasional mencapai 450 ribu ton per tahun, dengan sebagian besar hasil dari proses impor. Pabrik NPK Nitrat yang berdiri di atas lahan lima hektar akan memiliki kapasitas produksi 100 ribu ton per tahun.
"Presiden Prabowo telah menyetujui pembangunan dan revitalisasi pabrik pupuk di tujuh titik di Jawa dan Sumatera hingga 2029. Saya minta target pembangunan 21 bulan ini ditepati karena kebutuhan produksi dalam negeri sudah sangat mendesak," ujar Sudaryono.
Direktur Utama PT Pupuk Kujang, Rahmad Pribadi, menjelaskan bahwa pabrik pupuk itu menggunakan teknologi terkini besutan Spanyol. Rencananya, pabrik itu akan beroperasi penuh pada Agustus 2027. Rahmad mengklaim bahwa pembangunan pabrik ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi domestik melalui nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) senilai Rp 140 miliar juga berpotensi mengocorkan cuan PPh Badan hingga Rp 33 miliar per tahun.
"Pabrik ini berpotensi menghemat devisa negara sebesar Rp 700 miliar per tahun dari substitusi impor. Selain itu, penggunaan NPK Nitrat terbukti mampu meningkatkan produktivitas hortikultura hingga 11,5 persen," ujarnya.
Keuntungan Pabrik NPK Nitrat
- Pabrik NPK Nitrat menjadi fasilitas produksi pertama di Indonesia yang berbasis nitrat
- Berkontribusi dalam menekan angka impor pupuk nasional
- Meningkatkan produktivitas pertanian hortikultura hingga 11,5 persen
- Menghemat devisa negara sebesar Rp 700 miliar per tahun
- Menyediakan teknologi terkini dari Spanyol
- Meningkatkan TKDN sebesar Rp 140 miliar
- Potensi pendapatan pajak badan hingga Rp 33 miliar per tahun
Langkah Strategis untuk Petani
- Menjamin harga jual gabah yang menguntungkan
- Menjaga ketersediaan lahan sawah sebagai mitigasi bencana
- Mengembangkan pupuk organik untuk memulihkan kualitas tanah
- Memberikan dukungan penuh kepada petani dalam menghadapi tantangan pertanian
Target Pembangunan
- Pabrik akan beroperasi penuh pada Agustus 2027
- Kapasitas produksi 100 ribu ton per tahun
- Target pembangunan 21 bulan harus ditepati
- Dukungan dari Presiden Prabowo untuk pembangunan dan revitalisasi pabrik pupuk di Jawa dan Sumatera hingga 2029
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar