Densus 88 Ungkap Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta yang Terinspirasi Tokoh Kekerasan Dunia

Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Terinspirasi dari Tokoh Kekerasan

Densus 88 Antiteror mengungkap bahwa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta terinspirasi dari beberapa tokoh kekerasan. Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa ada enam tokoh yang menjadi inspirasi bagi pelaku. Mereka memiliki latar belakang dan paham yang berbeda, namun semua memiliki keterkaitan dengan tindakan kekerasan.

Salah satu tokoh yang disebutkan adalah Eric Harris dan Dylan Klebold, yang melakukan penembakan di Columbine High School, Colorado pada tahun 1999. Kedua tokoh ini dikenal dengan paham Neo Nazi yang menekankan supremasi ras Arya dan kebencian terhadap kelompok minoritas.

Selain itu, ada Dylan Charleston yang menyerang gereja di South Carolina pada tahun 2025 dan Alexandre Bissonette yang melakukan serangan di Gereja Quebec Kanada pada tahun 2017. Kedua tokoh ini mengusung ideologi White Supremacy yang meyakini ras kulit putih lebih unggul dari ras lain.

Tidak hanya itu, Vladislav Roslyakov, pelaku serangan Politeknik Kerch Rusia pada tahun 2018, dan Brenton Tarrant, yang menyerang masjid di Christchurch Selandia Baru pada tahun 2019, juga masuk dalam daftar inspirasi. Tarrant dikenal dengan paham fasis, rasis, dan ethno nasionalis sementara Roslyakov beraliran Neo-Nazi.

Natalie Lynn Rupnow, yang melakukan penembakan di sekolah Wisconsin AS pada tahun 2024, juga masuk dalam daftar tersebut. Ia memiliki aliran Neo-Nazi seperti yang diketahui.

Menurut Eka, pelaku (ABH) mengikuti komunitas media sosial yang mengagungkan kekerasan. Di platform tersebut, setiap tindakan ekstrim yang diunggah sering dipuji dan dianggap heroik oleh anggota komunitas. ABH mempelajari dan meniru pola tersebut, tetapi tidak mengikuti satu ideologi tertentu secara konsisten.

“Dalam media sosial, beberapa pelaku melakukan kekerasan lalu diunggah, komunitas itu mengapresiasi sebagai sesuai yang heroik. Ini menunjukkan ABH hanya sekedar terinspirasi dan mengikuti pola yang mereka lihat,” ujarnya.

Ledakan tersebut terjadi di SMAN 72 Jakarta saat khotbah sholat Jumat pada 7 November 2025 lalu. Akibatnya, 14 siswa menjadi perawatan dan 7 diantaranya harus dioperasi karena dampak dari ledakan tersebut. Diketahui, ada 33 siswa yang masih ditangani oleh rumah sakit termasuk korban yang terluka di bagian kepala.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan