Di Bawah Danantara, Saham BUMN Dinilai Menarik Berkat Valuasi dan Yield Dividen

Potensi Investasi Jangka Panjang pada Saham BUMN yang Dikelola Danantara

Saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bernaung di bawah Danantara dinilai memiliki daya tarik investasi jangka panjang. Hal ini didasarkan pada potensi kenaikan valuasi dan imbal hasil dividen yang optimal. Kinerja indeks BUMN 20 hingga penutupan perdagangan Rabu (25/2/2026) menunjukkan bahwa indeks tersebut menguat 9,55% sejak awal tahun atau year to date (YtD).

Pada periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 3,76%, sedangkan LQ45 turut melemah 0,41%. Hal ini menunjukkan bahwa saham BUMN lebih stabil dibandingkan indeks umum pasar.

Transformasi Struktural sebagai Strategi Jangka Panjang

Menurut Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, transformasi struktural dan konsolidasi aset yang dilakukan oleh Danantara Indonesia merupakan strategi jangka panjang. Proses ini membutuhkan waktu untuk memberikan dampak nyata pada kinerja keuangan emiten. Bagi investor dengan orientasi jangka panjang, saham-saham BUMN menawarkan mekanisme double engine yang menarik.

  • Pertama adalah potensi capital gain seiring dengan perbaikan valuasi yang berlangsung secara bertahap.
  • Kedua, dividend yield yang diproyeksikan akan semakin tinggi karena negara akan terus menuntut dividen yang optimal dari Danantara.

Minat Investor Asing yang Meningkat

Di sisi lain, Wafi menyebut bahwa investor asing mulai menunjukkan appetite atau minat yang lebih besar terhadap emiten pelat merah. Meski begitu, mereka tetap bersikap optimis namun hati-hati. Alasan utamanya adalah karena investor asing menyukai model sovereign wealth fund seperti Temasek di Singapura atau Khazanah di Malaysia yang menjanjikan tata kelola perusahaan lebih komersial, profesional, dan minim intervensi birokrasi.

Minat tersebut mulai tercermin dari aksi beli bersih atau net buy asing yang dilakukan secara selektif pada sejumlah saham BUMN unggulan. Namun, Wafi memberikan catatan bahwa investor asing tetap memantau skema pendanaan untuk ekspansi hilirisasi yang tengah digalakkan pemerintah.

“Selama Danantara bisa membuktikan bahwa investasi jumbo dieksekusi dengan struktur modal yang sehat dan tidak membebani neraca utang emiten BUMN di luar batas wajar, inflow asing bisa semakin deras masuk,” ujar Wafi.

Kesehatan Neraca Utang sebagai Kunci Kepercayaan Investor

Keberhasilan Danantara dalam menjaga kesehatan neraca utang emiten di bawahnya menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan investor. Pencapaian target return on asset (ROA) dan konsolidasi aset dipandang bukan sebagai katalis instan, melainkan sebuah proses fundamental yang akan menentukan nilai intrinsik saham BUMN ke depan.

“Transformasi struktural, konsolidasi aset, dan pencapaian target ROA bukan katalis instan yang bisa dicapai hanya dalam hitungan hari,” tutur Wafi.

Kesimpulan

Investor yang tertarik pada saham BUMN perlu memperhatikan proses transformasi struktural dan konsolidasi aset yang sedang berlangsung. Meskipun proses ini membutuhkan waktu, potensi kenaikan valuasi dan imbal hasil dividen membuat saham BUMN menarik untuk diperhitungkan. Selain itu, minat investor asing yang meningkat juga menjadi indikator positif bagi sektor ini. Namun, investor tetap harus memantau kesehatan neraca utang dan struktur pendanaan yang digunakan oleh Danantara.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan