Digifor Polri Periksa Lokasi SMAN 72 Tempat Pelaku Rakit Bom

Digifor Polri Periksa Lokasi SMAN 72 Tempat Pelaku Rakit Bom


Pihak kepolisian mengungkap bahwa pelaku ledakan di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, diketahui mempelajari cara membuat bahan peledak melalui tutorial video yang ia tonton di media sosial.

Kini, tim digital forensik dari Polri sedang bekerja sama dengan berbagai kementerian terkait untuk menelusuri situs online yang digunakan oleh pelaku.

"Untuk seluruh media online termasuk juga situs yang diakses atau diikuti oleh ABH atau anak ini, saat ini masih dalam proses pendalaman melalui proses digital forensik di laboratorium," ujar Dirresiber Polda Metro Jaya, Kombes Pol Roberto GM Pasaribu, dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/11).

Menurutnya, penyelidikan baru dilakukan karena laptop yang digunakan oleh ABH belum ditemukan hingga akhirnya ditemukan dan diserahkan ke penyidik pada Minggu (9/11).

"Karena satu buah laptop yang sempat tidak berada di tangan anak tersebut itu baru ditemukan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum dan sudah diserahkan pada hari Minggu kemarin kepada kami penyidik di Direktorat Siber," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan segera menyampaikan informasi tentang apa saja yang pernah dipelajari, dikunjungi, atau dilakukan oleh pelaku di dalam perangkat digital yang ada.


Selain itu, informasi mengenai seluruh situs yang dikunjungi oleh ABH pelaku yang berkaitan dengan paham atau ideologi, telah disampaikan oleh Densus 88 ke penyidik Direktorat Siber.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi untuk memblokir situs-situs tersebut.

"Untuk semua terkait mengenai website yang sudah termonitor juga ada dari rekan Densus yang memberitahukan kepada kami. Saat ini kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Komdigi, direktur jenderal pengawasan ruang digital itu untuk melakukan pembatasan atau pemblokiran terhadap website-website tersebut," kata dia.

Saat ini, ABH pelaku masih dirawat intensif di ruang ICU Khusus yang berada di RS Polri Kramat Jati.


Polda Metro Jaya telah menyampaikan perkembangan kasus ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta. Hasil penyelidikan mulai dari detik-detik ledakan hingga jenis bom diungkap polisi.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku bertindak mandiri dan tidak terhubung dengan jaringan teror. Polisi juga menemukan bahwa pelaku diduga terinspirasi dari berbagai kasus kekerasan di luar negeri setelah bergabung dalam komunitas daring yang berisi konten ekstrem.

Beberapa poin penting dari hasil penyelidikan antara lain:
Pelaku melakukan aksi secara sendirian tanpa keterlibatan kelompok teror.
Terdapat indikasi bahwa pelaku memperoleh inspirasi dari berbagai kasus kekerasan di luar negeri.
Pelaku aktif mengikuti komunitas daring yang menyebarkan konten ekstrem.
Polisi sedang menelusuri sumber informasi yang digunakan oleh pelaku dalam merencanakan aksinya.


Selain itu, pihak kepolisian juga tengah memperkuat langkah-langkah pencegahan untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Hal ini dilakukan dengan memperketat pengawasan terhadap konten-konten berbahaya di internet serta meningkatkan kerja sama dengan berbagai instansi terkait.

Dalam beberapa waktu terakhir, penyebaran informasi ilegal dan ekstrem di dunia maya semakin menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, pihak berwajib terus berupaya untuk memastikan bahwa masyarakat dapat mengakses informasi secara aman dan bermanfaat.

Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga sedang mempelajari bagaimana sistem pengawasan digital dapat ditingkatkan agar lebih efektif dalam mengidentifikasi ancaman potensial.

Dengan adanya upaya-upaya ini, diharapkan masyarakat bisa tetap merasa aman dan nyaman dalam menggunakan media sosial serta platform digital lainnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan