
PANGKALAN BUN, aiotrade.CO — Kabar gembira datang dari Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kotawaringin Barat yang berhasil menyelesaikan target vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap 750 ekor hewan ternak hingga 11 November 2025. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan hewan ternak dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Kepala Distan Kobar, Kris Budi Hastuti, pada Selasa (12/11) menjelaskan bahwa program vaksinasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah untuk menekan risiko penyebaran PMK di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Kami bersyukur target vaksinasi bulan ini sebanyak 750 ekor berhasil tercapai sesuai rencana. Hal ini tidak lepas dari kerja keras petugas lapangan, dukungan peternak, dan sinergi antar instansi,” ujarnya.
Program vaksinasi PMK dilakukan secara bertahap sejak awal November, dengan sasaran utama sapi potong di Kecamatan Arut Selatan dan Kotawaringin Lama. Distan menurunkan tim medis veteriner untuk memastikan seluruh ternak mendapat dosis vaksin sesuai standar.
Selain vaksinasi, Distan juga gencar melakukan sosialisasi peternakan terkait pentingnya biosekuriti di kandang serta pencegahan penularan penyakit hewan.
“Kami ingin para peternak tidak hanya menunggu vaksin, tetapi juga aktif menjaga kebersihan kandang dan mengontrol lalu lintas ternak,” tambah Kris.
Distan menargetkan hingga akhir tahun 2025 jumlah ternak yang divaksin mencapai 1.450 ekor. Dengan begitu, populasi ternak rentan PMK di Kotawaringin Barat diharapkan terlindungi dari ancaman penyakit menular yang dapat mengganggu produksi daging daerah.
Dengan keberhasilan capaian vaksinasi ini, Distan Kobar optimistis dapat menjaga stabilitas produksi daging sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah menjelang akhir tahun.
Strategi Vaksinasi PMK yang Efektif
Berikut beberapa strategi yang digunakan oleh Distan Kobar dalam melaksanakan vaksinasi PMK:
-
Pemetaan Wilayah
Distan melakukan pemetaan wilayah untuk menentukan lokasi yang paling rentan terhadap penyebaran PMK. Hal ini membantu dalam pengalokasian sumber daya dan tenaga medis. -
Tim Medis Veteriner
Tim medis yang terlatih dan profesional turun langsung ke lapangan untuk memberikan vaksin kepada hewan ternak. Mereka juga memberikan edukasi kepada peternak tentang cara merawat hewan setelah vaksinasi. -
Koordinasi dengan Peternak
Distan bekerja sama erat dengan peternak untuk memastikan semua hewan ternak mendapatkan vaksin. Peternak juga didorong untuk aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan ternak. -
Sosialisasi dan Edukasi
Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan rutin dan bimbingan teknis kepada peternak. Fokus utama adalah pentingnya biosekuriti dan pencegahan penularan penyakit.
Target Tahun Ini
Distan Kobar memiliki target yang jelas untuk tahun ini. Hingga akhir tahun 2025, jumlah ternak yang divaksin diharapkan mencapai 1.450 ekor. Target ini akan membantu menjaga populasi ternak dari ancaman penyakit menular seperti PMK.
Dengan capaian yang telah diraih, Distan Kobar percaya bahwa keberhasilan vaksinasi akan berdampak positif pada produksi daging dan ketahanan pangan di daerah. Ini juga menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan hewan ternak dan meningkatkan kualitas produksi pertanian.
Selain itu, Distan juga terus memantau perkembangan kondisi hewan ternak di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. Pemantauan ini dilakukan melalui inspeksi berkala dan pelaporan dari peternak. Dengan adanya sistem pemantauan yang baik, Distan dapat segera mengambil tindakan jika ditemukan kasus PMK baru.
Distan Kobar juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan hewan. Ini termasuk dalam pengadaan alat dan bahan vaksin yang cukup serta peningkatan kapasitas tenaga medis.
Dengan pendekatan yang terstruktur dan kolaborasi yang kuat, Distan Kobar berharap bisa terus mempertahankan hasil yang baik dalam menjaga kesehatan hewan ternak dan memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar