Djarot Soroti Persiapan Pemilu 2029, Kritik Kader PDIP di Bali

Djarot Soroti Persiapan Pemilu 2029, Kritik Kader PDIP di Bali

bali.aiotrade.app
DENPASAR – Dalam acara Konferda DPD PDIP Bali yang diadakan di Bali Sunset Road Convention Center, Denpasar, Sabtu kemarin (18/10), Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, memberikan peringatan terkait persiapan partai menghadapi Pemilu dan Pilkada 2029. Ia menekankan bahwa kemenangan partai sangat bergantung pada kader-kader yang aktif di tingkat bawah.

Djarot menjelaskan bahwa keberhasilan PDIP dalam pemilu dan pilkada tidak bisa hanya diukur dari jumlah anggota, tetapi juga dari keterlibatan langsung kader dalam berbagai aktivitas masyarakat. Ia menyarankan agar DPD PDIP Bali, sebagai DPD pertama yang menyelenggarakan konferda dan konfercab, memilih kader-kader terbaik yang benar-benar mampu bekerja di lapangan.

“Kita harus memastikan bahwa mereka yang masuk kepengurusan bukan hanya nama, tetapi betul-betul aktif turun ke bawah karena rakyatlah yang akan menentukan kemenangan PDIP,” ujarnya.

Konferda PDIP Bali yang digelar kemarin kembali menetapkan Wayan Koster sebagai Ketua DPD PDIP Bali untuk periode 2025–2030. Ini berarti ia menjadi ketua tiga periode berturut-turut sejak 2015 silam.

Setelah terpilih sebagai ketua, Wayan Koster mengungkap pencapaian yang telah diraihnya, yaitu berhasil merekrut 230 ribu kader partai. Targetnya adalah meningkatkan jumlah tersebut menjadi 500 ribu kader. Menurut Koster, kader partai merupakan tulang punggung organisasi dan harus memahami program serta tugas-tugas kepartaian di tengah masyarakat.

Untuk itu, PDIP Bali memberikan pendidikan politik kepada para kader agar mereka lebih siap dalam menjalankan tugas. Selain itu, Koster juga menyatakan bahwa sistem dan manajemen partai di Bali sudah berjalan dengan baik.

“Struktur partai di Bali ini sangat kuat. Bahkan, lahan seluas 10 are yang sebelumnya menjadi milik pihak lain kini sudah menjadi milik DPD PDIP Bali,” katanya.

Ia menambahkan bahwa nilai beli lahan tersebut mencapai Rp 5,5 miliar, yang diperoleh melalui gotong royong antara eksekutif dan legislatif PDIP. Keberhasilan dalam mengelola sumber daya partai juga terlihat dari posisi-posisi strategis yang diisi oleh kader PDIP Bali.

Menurut Koster, hal ini didorong oleh budaya kaderisasi yang kuat, kekuatan organisasi, dan disiplin yang tinggi. Ia percaya bahwa dengan komitmen dan kerja sama yang baik, PDIP Bali akan terus berkembang dan memperkuat posisinya sebagai partai politik yang tangguh di tengah masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan