Dorong Ekonomi Lokal, Mataram Siapkan Kampung Batik dan Kuliner

Dorong Ekonomi Lokal, Mataram Siapkan Kampung Batik dan Kuliner

Program Unggulan 2026 untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota Mataram

Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disperinkop UKM) Kota Mataram sedang menyiapkan sejumlah program unggulan untuk tahun 2026, dengan tujuan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satu inisiatif utama yang diumumkan oleh Kepala Disperinkop UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan, adalah pembentukan Kampung Batik di enam kecamatan.

Program ini bertujuan untuk menonjolkan kearifan lokal melalui produk Batik Mataram yang memiliki ikon khas Sangkareang. Jemmy Nelwan menjelaskan bahwa pihaknya ingin menciptakan ciri khas dari Batik Kota Mataram dengan modifikasi yang secara garis besar menonjolkan elemen lokal tersebut.

Untuk mewujudkan program ini, dinas telah memulai pemetaan di enam kelurahan yang memiliki minat tinggi terhadap kerajinan batik. Selain itu, pemerintah akan memberikan pendampingan dan pelatihan, termasuk melibatkan Ibu-ibu PKK dalam proses pengembangan.

Selain Kampung Batik, Pemerintah Kota Mataram juga berencana membangun Balai Batik sebagai pusat pengetahuan dan produksi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi batik. Salah satu target strategis dari program ini adalah menekan biaya produksi agar harga Batik Mataram menjadi lebih kompetitif, yaitu di kisaran Rp200.000, dibandingkan harga saat ini yang mencapai Rp350.000.

Untuk mendalami efisiensi produksi, dinas telah mengirim staf dan pengrajin untuk belajar langsung ke Yogyakarta. Langkah ini diharapkan dapat membawa inovasi dan teknik baru yang bisa diterapkan di Kota Mataram.

Pengembangan Sektor Kuliner UKM

Selain sektor kerajinan, Disperinkop UKM juga akan meluncurkan program Spot Kuliner UKM. Berbeda dengan zona kuliner biasa, titik-titik ini akan tersebar di lokasi strategis tingkat kecamatan atau kelurahan, tergantung pada potensi lokal yang ada.

Pemerintah berkomitmen untuk memfasilitasi para pelaku usaha di spot kuliner tersebut dengan bantuan sarana prasarana yang seragam, mulai dari gerbang masuk, tenda, hingga kursi pengunjung. Dalam pelaksanaannya, dinas akan berkoordinasi langsung dengan camat, lurah, serta tokoh masyarakat setempat.

Program-program unggulan ini ditargetkan mulai terealisasi atau diluncurkan pada akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027. Melalui langkah masif ini, diharapkan sektor UKM dan industri kreatif di Kota Mataram dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Inisiatif Lain yang Diperkenalkan

Selain Kampung Batik dan Spot Kuliner UKM, Disperinkop UKM juga akan fokus pada pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Pelatihan ini akan dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pengrajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Pemerintah juga akan bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan organisasi swadaya masyarakat untuk memperluas jangkauan pelatihan dan pendampingan. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi dan pelatihan yang relevan.

Selain itu, Disperinkop UKM juga akan melakukan promosi dan pemasaran produk lokal secara lebih intensif. Ini termasuk partisipasi dalam pameran dan event budaya yang diselenggarakan di tingkat nasional maupun internasional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai lokal dan meningkatkan permintaan terhadap produk-produk asli Kota Mataram.

Tantangan dan Harapan

Meski terdapat tantangan dalam implementasi program ini, seperti keterbatasan anggaran dan sumber daya, pihak dinas tetap optimis. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan program-program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Kampung Batik dan Spot Kuliner UKM diharapkan menjadi contoh nyata dari upaya pemerintah dalam membangkitkan semangat kewirausahaan dan melestarikan budaya lokal. Dengan perencanaan yang matang dan komitmen yang kuat, Kota Mataram dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor UKM dan industri kreatif.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan