
Wilayah Prioritas Penanganan Kawasan Kumuh di Balikpapan
Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Balikpapan telah mengidentifikasi empat wilayah yang menjadi prioritas dalam penanganan kawasan kumuh. Keempat wilayah tersebut antara lain Balikpapan Timur, Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan, serta wilayah pesisir yang secara dominan menjadi fokus utama.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menekankan bahwa penanganan kawasan kumuh tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fisik semata. Menurutnya, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dengan memadukan peningkatan nilai estetika dan penguatan ekonomi masyarakat.
Pihaknya juga telah berdiskusi dengan Disperkim Balikpapan terkait konsep penataan kampung kumuh yang lebih kreatif dan berkualitas. Yusri menegaskan pentingnya menjauhkan label negatif terhadap kawasan kumuh, dengan menyatakan:
“Jangan sampai kampung kumuh ini hanya dilabeli sebagai kawasan yang tidak punya nilai,” ujarnya pada Sabtu (17/1/2026).
Pendekatan Kreatif dalam Penataan Kampung Kumuh
Yusri mendorong adanya inovasi agar kampung kumuh memiliki nilai estetika yang tinggi. Salah satu cara yang direkomendasikan adalah melibatkan masyarakat secara aktif serta menggandeng pihak swasta. Misalnya, dengan menerapkan konsep kampung tematik seperti kampung warna-warni yang berhasil diterapkan di daerah lain.
Selain itu, ia menekankan pentingnya edukasi terhadap masyarakat tentang kebersihan, ketertiban, dan pemeliharaan aset pemerintah seperti jalan lingkungan, jembatan, hingga penerangan jalan umum. Menurutnya, peran penting dalam hal ini ada di tingkat kecamatan dan kelurahan, yang paling dekat dengan masyarakat.
“Edukasi ini peran pentingnya ada di kecamatan dan kelurahan. Mereka yang paling dekat dengan masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang menjaga lingkungan,” ucapnya.
Peningkatan Ekonomi Warga di Kawasan Kumuh
Yusri juga menekankan bahwa penanganan kawasan kumuh harus diiringi dengan peningkatan ekonomi warga, terutama bagi keluarga nelayan di wilayah pesisir. Ia menilai bahwa penanganan yang terintegrasi antara estetika, lingkungan, dan ekonomi menjadi kunci untuk mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang nyaman dan layak dihuni.
Beberapa potensi ekonomi yang sudah berjalan di masyarakat seperti pengolahan ikan asin, usaha kupas bawang, hingga penjualan umpan nelayan dinilai perlu mendapat pendampingan dan dukungan dari dinas terkait. Yusri menyarankan agar kecamatan dan kelurahan melakukan pendataan terhadap usaha-usaha tersebut, lalu melaporkannya ke dinas terkait agar bisa diambil langkah konkret.
“Ini perlu didata oleh kecamatan dan kelurahan, lalu dilaporkan ke dinas terkait agar ada langkah konkret. Jangan sampai ekonomi warga hanya bergantung pada satu sumber penghasilan,” pungkasnya.
Langkah Konkret untuk Masa Depan Balikpapan
Dengan pendekatan yang lebih holistik dan kolaboratif, Balikpapan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan kumuh. Dari segi estetika, lingkungan, hingga ekonomi, semua elemen ini harus saling mendukung agar kota Minyak ini tetap menjadi tempat yang nyaman dan layak huni.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar