Dugaan Keracunan MBG di Toba, Ini Tanggapan Pemprov Sumut

Dugaan Keracunan MBG di Toba, Ini Tanggapan Pemprov Sumut

Tim Gerak Cepat Diturunkan untuk Menangani Kasus Keracunan Massal di SMP Negeri 1 Laguboti

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) telah menurunkan tim gerak cepat untuk menangani dugaan kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Laguboti, Kabupaten Toba. Kejadian ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kasus keracunan tersebut diketahui berawal dari menu MBG yang disajikan di sekolah. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, Faisal Hasrimy, menyatakan bahwa tim gabungan telah diterjunkan dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menelusuri penyebab kejadian tersebut.

“Pemprov Sumut melalui Dinas Kesehatan telah menurunkan tim gerak cepat, dan berkoordinasi dengan pihak terkait atas kejadian itu,” ujarnya di Medan, Kamis, 16 Oktober 2025.

Dari laporan sementara, sebanyak 82 siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, sakit kepala, nyeri tenggorokan, diare, hingga sesak napas setelah menyantap menu MBG di sekolah. Seluruh siswa sudah mendapat penanganan medis di puskesmas maupun rumah sakit terdekat.

“Kondisi para siswa hari ini dalam keadaan stabil. Sebagian besar telah diperbolehkan pulang, sementara beberapa lainnya masih menjalani perawatan dan observasi,” kata Faisal.

Langkah Investigatif yang Dilakukan

Pemprov Sumut juga telah mengambil sejumlah langkah investigatif. Sampel muntahan siswa dikirim ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat Sumut, sementara sampel makanan diperiksa di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan.

“Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Bidang Kesehatan Masyarakat kami minta melakukan supervisi lapangan, dan berkoordinasi dengan BBPOM Medan untuk menelusuri keamanan pangan dan rantai pasok makanan,” jelas Faisal.

Selain itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan makanan di SMP Negeri 1 Laguboti untuk sementara waktu menghentikan operasional program MBG.

“Program MBG sangat baik untuk mendukung gizi anak sekolah, namun keamanan pangan harus menjadi prioritas utama,” tegas Faisal.

Upaya Meningkatkan Keamanan Pangan

Ia menambahkan, Pemprov Sumut tengah mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh SPPG di wilayah Sumut sebagai jaminan kesehatan dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.

Beberapa langkah penting yang dilakukan oleh Pemprov Sumut antara lain:

  • Tim Gerak Cepat: Diterjunkan untuk menangani kasus secara langsung.
  • Koordinasi dengan Berbagai Pihak: Termasuk laboratorium dan BBPOM Medan.
  • Penghentian Sementara Program MBG: Untuk memastikan keamanan pangan.
  • Penerbitan SLHS: Untuk meningkatkan standar keamanan pangan di seluruh SPPG.

Kesimpulan

Kejadian keracunan massal ini menjadi peringatan penting tentang pentingnya keamanan pangan dalam program-program sosial seperti MBG. Pemprov Sumut telah menunjukkan komitmennya untuk menangani situasi ini secara transparan dan proaktif. Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan tidak akan ada kejadian serupa terulang di masa depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan