Eduardo Perez Tidak Bisa Membantu Persebaya, Ini 7 Pemain yang Layak Gantikan

Kursi Pelatih Persebaya Surabaya Mulai Tidak Aman

Kursi pelatih Eduardo Perez di Persebaya Surabaya mulai terancam. Desakan dari suporter Bonek agar sang pelatih segera meninggalkan posisinya semakin kencang terdengar setelah performa tim terus menurun dalam beberapa pekan terakhir.

Dari lima laga terakhir, Green Force hanya mampu meraih satu kemenangan, tiga kali imbang, dan sekali kalah. Kekalahan telak 1-3 dari Persija Jakarta di kandang sendiri menjadi pemicu utama kekecewaan suporter. Kini, Persebaya Surabaya tertahan di posisi delapan klasemen sementara dengan 15 poin dari 10 laga. Capaian tersebut jauh dari target lima besar yang dipatok manajemen di awal musim.

Eduardo Perez mengatakan bahwa ia siap menghadapi segala bentuk kritik dari suporter. “Ketika Anda bekerja di dunia sepak bola, Anda harus siap untuk segalanya. Jadi, saya menghormati semua pendapat,” ujarnya saat dihujani kritik dari Bonek. Ia juga menegaskan bahwa dirinya kini lebih kuat daripada sebelumnya.

Situasi ini memicu munculnya berbagai rumor tentang pergantian pelatih. Beberapa nama besar mulai dikaitkan dengan Persebaya Surabaya, termasuk dari Amerika Latin dan Korea Selatan. Berikut adalah tujuh pelatih top yang dinilai layak menggantikan Eduardo Perez jika benar-benar didepak.

Nama-Nama Kandidat yang Muncul

Bernardo Tavares

Nama pertama yang mencuat adalah Bernardo Tavares. Eks pelatih PSM Makassar itu resmi mundur dari tim Juku Eja pada 1 Oktober 2025 dan kini berstatus bebas kontrak. Bernardo bukan nama sembarangan karena sukses membawa PSM juara Liga 1 musim 2022/2023. Tak heran, Persebaya Surabaya dikabarkan sudah dua kali melakukan pertemuan online dengan pelatih asal Portugal itu. Namun, Persebaya Surabaya harus bergerak cepat karena Tavares juga diminati oleh beberapa klub lain.

Kim Do-hoon

Nama kedua datang dari Korea Selatan, Kim Do-hoon. Sosok berusia 54 tahun itu merupakan sahabat Shin Tae-yong dan memiliki rekam jejak gemilang di Asia. Kim pernah membawa Ulsan Hyundai dan Lion City Sailors meraih empat gelar bergengsi di dua liga berbeda. Statusnya yang kini menganggur membuat peluang Persebaya Surabaya merekrutnya terbuka lebar.

Joel Cornelli

Kandidat ketiga adalah Joel Cornelli. Mantan pelatih Arema FC asal Brasil itu sempat menorehkan catatan impresif dengan 10 kemenangan, 5 imbang, dan 5 kekalahan bersama Singo Edan. Meski begitu, Persebaya Surabaya perlu usaha ekstra karena Cornelli saat ini masih melatih sebuah klub sepak bola wanita.

Thomas Doll

Nama besar lainnya adalah Thomas Doll. Pelatih asal Jerman itu pernah menangani Persija Jakarta dan klub elite Borussia Dortmund. Doll resmi meninggalkan Persija pada 11 Juni 2024 dan kini berstatus bebas kontrak. Persebaya Surabaya bisa mendapatkannya tanpa biaya transfer, meski harus siap dengan gaji dan permintaan pemain asing berlabel bintang.

Sergio Farias

Kandidat kelima datang dari Brasil, Sergio Farias. Mantan pelatih Persija ini punya pengalaman luas di Asia bersama Pohang Steelers, Al Ahli, Al-Wasl, hingga Al-Hilal. Farias juga pernah melatih Timnas U-17 Brasil pada awal 2000-an. Saat ini ia tengah menganggur usai didepak Kazma SC dari Liga Kuwait.

Park Hang-seo

Dari Korea Selatan, nama Park Hang-seo kembali mencuat. Pelatih yang membawa Vietnam berjaya di level Asia Tenggara ini sempat dikaitkan dengan Persebaya Surabaya beberapa waktu lalu. Meski saat ini ia masih menjadi konsultan klub Bac Ninh dan menjabat Wakil Presiden Korea Selatan, jika bersedia kembali ke dunia pelatih, Park bisa jadi magnet besar bagi Persebaya Surabaya.

Alfredo Vera

Kandidat terakhir adalah Alfredo Vera. Sosok asal Argentina itu punya tempat spesial di hati Bonek setelah membawa Persebaya Surabaya juara Liga 2 2017 dan promosi ke Liga 1 2018. Vera terakhir melatih Madura United sebelum akhirnya didepak. Statusnya yang tanpa klub membuat peluang reuni dengan Persebaya Surabaya terbuka lebar.

Tujuh nama tersebut kini menjadi sorotan jelang keputusan manajemen Persebaya Surabaya soal nasib Eduardo Perez. Jika hasil tak kunjung membaik, perubahan di kursi pelatih tampaknya tinggal menunggu waktu. Persaingan para kandidat dari Amerika Latin dan Korea Selatan ini menunjukkan betapa seriusnya Persebaya Surabaya mencari sosok terbaik untuk mengangkat performa tim. Siapa pun yang terpilih nanti, tekanan dari Bonek akan selalu jadi ujian pertamanya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan