
Sinergi OJK dan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya guna mempercepat perluasan akses keuangan. Upaya ini merupakan bagian dari strategi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menyampaikan hal tersebut dalam rapat pembahasan Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 bersama Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan di Kantor Pemerintah Kota Tasikmalaya, Senin (1/12/2025). Turut hadir dalam pertemuan ini Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Jawa Barat Melati Usman, serta Kepala Bidang Perekonomian Kota Tasikmalaya R. Dewi Satiasari.
Darwisman menekankan bahwa OJK memiliki peran penting dalam mendukung pemerintah pusat dan daerah mencapai visi Indonesia Emas 2045. Salah satu caranya adalah melalui penguatan program kerja TPAKD yang disesuaikan dengan potensi unggulan daerah.
“OJK bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya membahas program kerja TPAKD Tahun 2026, terutama program-program yang dapat mengembangkan potensi unggulan daerah dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian,” ujar Darwisman.
Potensi Ekonomi Kota Tasikmalaya
Perekonomian Kota Tasikmalaya memiliki daya ungkit yang signifikan terhadap ekonomi Jawa Barat. Dalam empat triwulan terakhir, pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya tercatat berada di atas rata-rata provinsi. Pada Triwulan III-2025, ekonomi Kota Tasikmalaya tumbuh sebesar 6,84 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang mencapai 5,20 persen (yoy).
Darwisman menjelaskan beberapa potensi strategis Kota Tasikmalaya:
- Bonus demografi: Dominasi penduduk usia produktif, terutama Generasi Z (25,50 persen) dan Generasi Milenial (23,96 persen).
- UMKM: Terdapat 133.552 unit UMKM yang tersebar di berbagai sektor seperti perdagangan, akomodasi dan kuliner, transportasi dan pergudangan, industri pengolahan, serta informasi dan komunikasi. Namun, tingkat akses pembiayaan perbankan masih relatif rendah.
- Komoditas unggulan sektor pertanian: Seperti padi, sapi perah, kambing/domba, pisang, jahe, dan kopi, serta produk unggulan ekonomi kreatif seperti bordir, kayu olahan, dan kerajinan.
“Pemerintah Kota Tasikmalaya dapat menetapkan pengembangan komoditas unggulan yang memiliki dampak tinggi terhadap perekonomian daerah sebagai fokus program kerja TPAKD Tahun 2026,” kata Darwisman.
Program Kerja TPAKD Tahun 2025
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, TPAKD Kota Tasikmalaya telah menjalankan delapan program kerja, antara lain:
- Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR)
- Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)
- Business matching UMKM
- Edukasi dan Sekolah Pasar Modal
- Digitalisasi keuangan melalui QRIS
- Tabungan emas
- Tabungan syariah
Program-program tersebut berhasil membuka akses keuangan masyarakat dengan capaian antara lain 3.990 rekening baru, business matching untuk 7 UMKM, 1.093 rekening reksadana, 2.152 rekening tabungan emas, dan 998 rekening tabungan syariah.
“OJK Tasikmalaya berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menyusun program kerja TPAKD Tahun 2026 demi mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045,” ujar Nofa.
Dukungan Penuh dari Wali Kota Tasikmalaya
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyambut baik penguatan kolaborasi tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap program kerja TPAKD.
“Kami mendukung penuh sinergi ini karena sejalan dengan visi pembangunan Kota Tasikmalaya. Melalui program kerja TPAKD, potensi unggulan daerah dapat dikembangkan secara optimal sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dan nasional,” ujar Viman.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar