
Program Pemberdayaan Perempuan Berhasil Menciptakan Kemandirian Ekonomi
Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Gerakan Mahasiswa Wirausaha (Gemawira) dan Bank Infaq Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) menggelar workshop baking klappertaart dan buko pandan bagi 50 ibu rumah tangga di Bintaro. Acara ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan agar mampu mandiri secara ekonomi melalui kewirausahaan.
Workshop tersebut berlangsung di Masjid Raya Bintaro Jaya, Jalan Maleo Raya, Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangerang Selatan pada hari Selasa (13/1/2026). Dalam acara ini, peserta mendapatkan pelatihan, pendampingan, serta permodalan yang diperlukan untuk memulai usaha mereka sendiri.
Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi fokus utama dari program ini. Melalui program Perempuan Berdaya, YIS berharap para ibu rumah tangga dapat mandiri secara ekonomi dengan bergabung dalam Gerakan Kewirausahaan.
"Program ini merupakan hasil kolaborasi YIS dengan Bank Infaq MRBJ dan Gemawira. Bersama Gemawira, kami telah memberdayakan ribuan perempuan, termasuk di wilayah Bintaro," ujar Sandiaga Uno. Ia menambahkan bahwa tujuan dari program ini adalah agar emak-emak bisa memulai usaha melalui produk klappertaart dan buko pandan.
Selain pelatihan, peserta juga akan mendapatkan pendampingan lanjutan serta dukungan permodalan. "Supaya jadi modal awal emak-emak bisa berdaya dan bangun kemandirian," imbuhnya.
Ketua Gemawira, Diantri Lapian menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang agar peserta memiliki keterampilan sekaligus variasi produk yang dapat dijadikan pilihan dalam mengembangkan usaha rumahan. "Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini, ibu-ibu dapat langsung memulai usaha dari produk yang telah diajarkan sehingga memperoleh pendapatan dan kemandirian ekonomi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bank Infaq Masjid Raya Bintaro Jaya, Eva Syarief menuturkan bahwa kolaborasi ini bertujuan menciptakan lapangan usaha baru bagi ibu rumah tangga. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha masing-masing.
"Pelatihan ini kami harapkan dapat diikuti dengan baik sehingga benar-benar memberikan manfaat dan dampak ekonomi bagi para peserta," kata Eva.
Dalam sesi kick-off program, peserta dibekali keterampilan membuat klappertaart dan buko pandan. Kedua menu tersebut dipilih karena menggunakan bahan yang relatif murah, mudah diperoleh, serta fleksibel untuk dimodifikasi sesuai kreativitas penjual. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan generative artificial intelligence (AI) untuk membuat konten promosi digital dan langsung ditantang membuka pre-order pada hari yang sama.
Hasilnya, para peserta berhasil memperoleh total 92 pesanan klappertaart dengan harga jual Rp 20.000–Rp 25.000 per porsi dan 82 pesanan buko pandan dengan harga Rp 12.000–Rp 15.000 per porsi. Dari penjualan tersebut, total pendapatan yang diperoleh mencapai sekitar Rp 3.093.500.
Setelah pelatihan tatap muka, program dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama tiga minggu. Pendampingan ini bertujuan memfasilitasi diskusi antara peserta dan pelatih, memberikan dukungan dalam menghadapi tantangan usaha, serta membantu peserta mengoptimalkan strategi pemasaran digital.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh, mengembangkan usaha secara berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar