Emiten Grup Merdeka EMAS Kirim 44 Kg Dore dari Tambang Pani ke Antam (ANTM)

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), resmi memulai pengiriman perdana dore alias emas mentah untuk proses pemurnian di fasilitas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Jumlah yang dikirim mencapai 44,04 kg. Langkah ini menjadi titik penting dalam transisi EMAS menuju tahapan produksi komersial yang lebih stabil dan terukur dari Tambang Emas Pani di Gorontalo.

Pengiriman dore dilakukan setelah keberhasilan penuangan emas perdana pada 14 Februari lalu. Proses pemurnian dore tersebut merupakan tahap akhir pengolahan untuk memisahkan emas murni dari perak dan logam lainnya melalui metode kimia atau elektrolisis guna menghasilkan logam mulia murni. Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyebut proses ini sebagai langkah dinamis untuk memastikan kualitas hasil tambang Pani terjamin sebelum masuk ke tahap komersial.

Boyke menegaskan bahwa saat ini perusahaan fokus memastikan produksi emas berjalan sesuai target tahun ini, sambil mempercepat pengembangan fasilitas carbon-in-leach (CIL) guna mencapai produksi yang lebih tinggi. Dalam keterangannya, ia menyatakan:

"Pengiriman dore untuk pemurnian ini mempertegas kesiapan operasional Pani. Kami fokus memastikan produksi emas berjalan disiplin dan sesuai target tahun ini."

Untuk tahun 2026, EMAS menargetkan produksi emas dari Tambang Pani berada di kisaran 110.000 hingga 115.000 ons. Target ini didukung oleh penggunaan metode heap leach pada tahap awal proyek yang memiliki kapasitas pengolahan hingga 7 juta ton bijih per tahun.

Sebagai bagian dari strategi jangka menengah, EMAS tengah melakukan percepatan pembangunan fasilitas CIL yang akan melengkapi operasi heap leach. Fasilitas CIL direncanakan memiliki kapasitas awal 7,5 juta ton per tahun dan akan diekspansi menjadi 12 juta ton per tahun pada 2030. Integrasi kedua fasilitas tersebut dirancang untuk meningkatkan output secara bertahap menuju kapasitas produksi optimal sekitar 500.000 ons emas per tahun pada 2032.

Tambang Emas Pani yang dikelola EMAS di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, menjadi salah satu tambang emas primer potensial terbesar di Indonesia. Sumber dayanya diperkirakan lebih dari 7 juta ons emas dengan umur tambang multidekade. Proyek Pani dirancang sebagai tambang terbuka berbiaya rendah. Total kapasitas pengolahan akhirnya diprediksi mencapai hingga 19 juta ton bijih per tahun.

Secara korporasi, EMAS resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 23 September 2025. Langkah penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) tersebut menjadi bagian dari strategi Grup Merdeka untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan transparansi. Dengan profil biaya yang kompetitif, Tambang Emas Pani diproyeksikan menjadi kontributor utama pertumbuhan arus kas bagi Grup Merdeka dalam beberapa tahun mendatang.

Strategi Pengembangan Tambang Emas Pani

  • Penggunaan Metode Heap Leach:
    Tahap awal proyek menggunakan metode heap leach dengan kapasitas pengolahan hingga 7 juta ton bijih per tahun. Metode ini digunakan untuk mengoptimalkan proses ekstraksi emas dari bijih.

  • Pengembangan Fasilitas CIL:
    Perusahaan sedang membangun fasilitas carbon-in-leach (CIL) untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi. Fasilitas ini akan memiliki kapasitas awal 7,5 juta ton per tahun dan akan diekspansi menjadi 12 juta ton per tahun pada 2030.

  • Integrasi Operasi:
    Integrasi antara heap leach dan CIL dirancang untuk meningkatkan output secara bertahap. Tujuannya adalah mencapai kapasitas produksi optimal sekitar 500.000 ons emas per tahun pada 2032.


Tambang Emas Pani memiliki potensi besar sebagai sumber emas primer di Indonesia. Dengan cadangan yang diperkirakan lebih dari 7 juta ons emas, proyek ini menjadi prioritas utama bagi EMAS. Selain itu, lokasi tambang di Gorontalo memberikan akses yang mudah ke pasar regional dan internasional.

Potensi Ekonomi dan Keberlanjutan

  • Kontribusi Arus Kas:
    Dengan biaya operasional yang kompetitif, Tambang Emas Pani diharapkan menjadi sumber utama arus kas bagi Grup Merdeka dalam beberapa tahun ke depan.

  • Dampak Ekonomi Lokal:
    Proyek ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, termasuk penciptaan lapangan kerja dan pengembangan infrastruktur di sekitar tambang.

  • Keberlanjutan Lingkungan:
    EMAS berkomitmen untuk menjalankan operasi tambang dengan prinsip keberlanjutan, termasuk pengelolaan limbah dan perlindungan lingkungan sekitar tambang.

Tantangan dan Peluang

  • Kepatuhan Regulasi:
    EMAS harus memastikan seluruh operasi tambang memenuhi regulasi pemerintah terkait lingkungan dan keselamatan kerja.

  • Perkembangan Pasar:
    Fluktuasi harga emas di pasar global dapat memengaruhi laba perusahaan. Oleh karena itu, EMAS perlu memperkuat strategi manajemen risiko.

  • Inovasi Teknologi:
    Investasi dalam teknologi pengolahan dan pengelolaan data akan membantu meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas produk.

Dengan langkah-langkah strategis ini, EMAS siap menghadapi tantangan dan memaksimalkan peluang di industri pertambangan emas. Proyek Tambang Emas Pani tidak hanya menjadi aset penting bagi perusahaan, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan