
aiotrade, JAKARTA — PT Tunas Mekar Jaya, salah satu entitas terafiliasi Grup Salim, melakukan penjualan sebanyak 25 juta lembar saham milik PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK). Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi realisasi nilai investasi yang telah dijalani oleh perusahaan.
Dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Tunas Mekar Jaya menjual saham CBDK dalam dua tahap. Pada periode pertama, transaksi dilakukan pada 12 Februari 2026 dengan jumlah 17,5 juta lembar saham. Sementara itu, transaksi kedua dilakukan pada 18 Februari 2026 dengan melepas 7,5 juta lembar saham. Kedua transaksi ini dilakukan dengan harga Rp6.300 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai Rp157,5 miliar.
Setelah proses penjualan ini, kepemilikan saham Tunas Mekar Jaya di CBDK mengalami penurunan signifikan. Sebelumnya, perusahaan memiliki 77,51 juta lembar saham atau setara dengan 1,37% dari total hak suara. Setelah transaksi, jumlah saham yang dimiliki berkurang menjadi 52,51 juta unit atau sekitar 0,93% dari total hak suara.
CBDK memiliki empat pengendali atau ultimate beneficial owner (UBO) yang akan mendapatkan manfaat akhir dari aktivitas perseroan. Keempat individu tersebut adalah Susanto Kusumo, Alexander Halim Kusuma, Richard Halim Kusuma, dan Hindarto Budiono. Nama Hindarto diketahui merupakan pemilik Tunas Mekar Jaya yang terafiliasi dengan Grup Salim.
Di sisi lain, CBDK berhasil membukukan marketing sales atau pra-penjualan sebesar Rp430 miliar sepanjang tahun 2025. Angka ini setara dengan 85% dari target tahunan sebesar Rp508 miliar, meskipun pasar properti sedang menghadapi kondisi yang semakin selektif.
Kaveling tanah komersial menjadi kontributor utama dalam pra-penjualan CBDK, dengan realisasi sebesar Rp343 miliar atau sekitar 80% dari total marketing sales. Sementara itu, segmen produk komersial mencatatkan pra-penjualan sebesar Rp83 miliar (19%), dan segmen residensial berkontribusi sebesar Rp4 miliar (1%).
Dari sisi kinerja kuartalan, CBDK menunjukkan pemulihan yang signifikan pada kuartal IV/2025. Pra-penjualan mencapai Rp109 miliar, meningkat 309% secara kuartalan (QoQ) dibandingkan kuartal III/2025. Lonjakan ini terutama didorong oleh segmen kaveling tanah komersial yang tumbuh 473% QoQ menjadi Rp82 miliar. Sementara itu, segmen residensial dan produk komersial juga mencatatkan pertumbuhan masing-masing sebesar 436% QoQ dan 57% QoQ, karena membaiknya sentimen pasar pada paruh kedua 2025.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menyatakan bahwa tahun 2025 menjadi periode penting bagi perseroan untuk memperkuat arah bisnis serta disiplin eksekusi. Dengan kondisi industri properti yang semakin selektif, perseroan terus berupaya untuk tetap stabil dan berkembang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar