
Pengemudi Ojol dan Taksi Online di Grab: Pekerjaan Fleksibel dengan Potensi Pendapatan Beragam
Grab, salah satu perusahaan transportasi online terbesar di Indonesia, menyebutkan bahwa jumlah mitra pengemudi taksi online dan ojek online (ojol) yang aktif harian mencapai 3,7 juta. Dari angka tersebut, terdapat ciri-ciri khusus yang bisa membantu mitra driver mendapatkan pendapatan lebih dari Rp 10 juta per bulan.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menjelaskan bahwa lebih dari 80% mitra pengemudi ojol tidak menjadikan pekerjaan ini sebagai penghasilan utama. Selain itu, sekitar 67% dari pengemudi taksi online juga tidak mengandalkan pekerjaan ini sebagai sumber pendapatan utama. Namun, ada sebagian kecil yang menjadikannya sebagai penghasilan utama.
Neneng menambahkan bahwa dari total 3,7 juta mitra pengemudi yang terdaftar, sebanyak 700 ribu hingga 800 ribu di antaranya "narik" minimal satu kali dalam sebulan. Jumlah ini mencakup sekitar 19% hingga 20% dari total mitra. Hal ini menunjukkan bahwa banyak mitra pengemudi ojol hanya bekerja secara sporadis.
Ciri-Ciri Mitra Driver yang Bisa Raup Pendapatan Lebih dari Rp 10 Juta/Bulan
Menurut Neneng, mitra pengemudi ojol yang mampu meraih pendapatan lebih dari Rp 10 juta per bulan biasanya mengambil sekitar 28 pesanan per hari. Mereka umumnya menjadikan pekerjaan sebagai sumber nafkah utama. Sementara itu, data internal Grab pada Desember 2025 menunjukkan bahwa pengemudi ojol yang mengambil 15 pesanan per hari bisa mendapatkan pendapatan antara Rp 4 juta hingga Rp 10 juta per bulan.
Selain itu, pengemudi ojol yang mengambil enam pesanan per hari rata-rata mendapatkan pendapatan antara Rp 1 juta hingga Rp 4 juta per bulan. Ada pula yang hanya meraih pendapatan kurang dari Rp 1 juta per bulan karena rata-rata hanya mengambil empat pesanan per hari.
Perbedaan Pendapatan Berdasarkan Jumlah Pesanan
Neneng juga menjelaskan bahwa mitra pengemudi taksi online yang meraup pendapatan sebesar Rp 10 juta per bulan biasanya mengambil sekitar 11 pesanan per hari. Sedangkan pengemudi yang mendapatkan pendapatan antara Rp 4 juta hingga Rp 10 juta per bulan rata-rata mengambil tujuh pesanan per hari.
Untuk pengemudi yang meraih pendapatan antara Rp 1 juta hingga Rp 4 juta per bulan, rata-rata mengambil lima pesanan per hari. Sementara itu, pengemudi yang pendapatannya kurang dari Rp 1 juta per bulan biasanya hanya mengambil kurang dari empat pesanan per hari.
Pekerjaan Fleksibel yang Menjadi Bantalan Ekonomi
Neneng menegaskan bahwa profesi sebagai pengemudi ojol maupun taksi online merupakan pekerjaan yang fleksibel. Menurut dia, peluang kerja ini juga menjadi bantalan ekonomi bagi banyak orang, terutama karena sekitar 50% dari mitra pengemudi adalah korban PHK atau pemutusan hubungan kerja. Dengan fleksibilitas waktu dan kesempatan untuk bekerja sesuai kebutuhan, pekerjaan ini memberikan peluang bagi banyak orang untuk tetap berpenghasilan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Grab terus memperluas layanannya dan memberikan berbagai insentif kepada mitra pengemudi, seperti bonus selama Ramadan dan program lainnya. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk mendukung para mitra pengemudi dalam menjalankan usaha mereka.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar