Harga cabai dan ayam turun hari ini

Harga cabai dan ayam turun hari ini

Harga Bahan Pangan Turun, Namun Beberapa Wilayah Masih Mengalami Kenaikan

Pada hari ini, Ahad, 21 Desember 2025, sejumlah harga bahan pangan tercatat mengalami penurunan. Berdasarkan data yang diperoleh dari panel harga pangan di situs Badan Pangan Nasional, salah satu komoditas yang mengalami penurunan adalah cabai rawit merah. Secara nasional, harga cabai rawit merah di tingkat konsumen tercatat sebesar Rp 66.713 per kilogram. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar Rp 295 atau 0,44 persen dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya.

Meskipun demikian, harga cabai rawit merah di beberapa provinsi masih berada dalam zona merah. Zona merah tersebut ditandai oleh tingkat disparitas harga yang lebih dari 50 persen dibandingkan harga acuan penjualan (HAP). HAP nasional untuk cabai rawit merah berada di kisaran Rp 40.000 hingga Rp 57.000 per kilogram. Beberapa provinsi yang mengalami kenaikan harga di atas ambang batas tersebut antara lain DKI Jakarta dengan harga Rp 87.500 per kilogram, Kepulauan Riau dengan harga Rp 97.238 per kilogram, dan Papua dengan harga Rp 103.889 per kilogram.

Selain cabai rawit merah, harga cabai merah keriting dan cabai merah besar juga turun. Cabai merah keriting tercatat sebesar Rp 55.734 per kilogram, turun sebesar Rp 1.645 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, cabai merah besar tercatat sebesar Rp 49.847 per kilogram, turun sebesar Rp 2.247.

Tidak hanya cabai, beberapa komoditas lain seperti daging ayam ras dan telur ayam ras juga mengalami penurunan. Harga daging ayam ras turun menjadi Rp 39.964 per kilogram, sedangkan harga telur ayam ras turun menjadi Rp 31.561 per kilogram. Selain itu, harga bawang merah turun sebesar Rp 297 menjadi Rp 48.124 per kilogram, dan harga bawang putih bonggol turun sebesar Rp 256 menjadi Rp 38.006 per kilogram.

Namun, ada beberapa komoditas yang justru mengalami kenaikan harga. Salah satunya adalah daging sapi murni yang melonjak sebesar Rp 193 menjadi Rp 135.525 per kilogram. Sementara itu, harga beras SPHP naik sebesar Rp 19 menjadi Rp 12.461 per kilogram.

Strategi Pemerintah untuk Menjaga Stabilitas Harga

Kementerian Perdagangan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga barang kebutuhan pokok menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional, mulai dari Natal 2025 hingga Lebaran 2026. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan menyatakan bahwa secara umum kondisi pasokan dan harga selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 relatif terkendali, meski terdapat fluktuasi kecil di beberapa komoditas serta wilayah tertentu.

Menurut Iqbal, pihaknya tetap memberi perhatian khusus pada sejumlah komoditas pangan yang rentan terdampak faktor cuaca, seperti cabai. "Yang perlu kita waspadai, yang perlu kita garis bawahi komoditas seperti cabe dan segala macam karena faktor cuaca. Kalau misalnya Lebaran nanti, bulan Maret itu kan seharusnya udah nggak hujan lagi," ujarnya di Jakarta, Jumat, 19 Desember 2025.

Komoditas yang Perlu Diwaspadai

Beberapa komoditas lain yang juga menjadi perhatian pemerintah antara lain beras, daging sapi, dan cabai. Meskipun saat ini harga beberapa komoditas mengalami penurunan, pemerintah tetap memantau perkembangan harga secara berkala untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di pasar.

Dengan adanya strategi yang telah disiapkan, diharapkan para konsumen dapat tetap mendapatkan akses terhadap bahan pangan dengan harga yang terjangkau, terutama menjelang momen-momen penting seperti Natal dan Lebaran.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan