aiotrade.CO.ID – JAKARTA
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (ANTM) tercatat mengalami penurunan harian, namun masih bertahan di atas level Rp 3 juta per gram. Berdasarkan data yang dirilis oleh Logam Mulia pada Rabu (25/2/2026), harga emas batangan bersertifikat turun sebesar Rp 45.000 per gram. Harga sebelumnya berada di angka Rp 3.068.000 per gram, kini menjadi Rp 3.023.000 per gram.
Di sisi lain, harga buyback oleh Logam Mulia juga mengalami penurunan sebesar Rp 52.000 per gram. Sebelumnya, harga buyback berada di Rp 2.854.000 per gram, kini turun menjadi Rp 2.802.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini mencapai Rp 221.000 per gram.
Meskipun terjadi penurunan, harga emas saat ini masih lebih tinggi dibandingkan awal bulan Februari 2026. Pada tanggal 3 Februari 2026, harga emas Logam Mulia sempat merosot ke level Rp 2.844.000 per gram.
Menurut pendapat Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, harga emas Antam secara historis cenderung menguat pada periode musiman seperti bulan Ramadan dan hari raya. Ia menjelaskan bahwa permintaan dari konsumen tradisional, khususnya untuk perhiasan, biasanya meningkat pada periode hari raya.
“Biasanya, jelang Lebaran banyak konsumen tradisional yang membeli emas, terutama perhiasan. Hari raya adalah momen paling tepat untuk menggunakan perhiasan,” ujarnya kepada aiotrade, Selasa (24/2/2026).
Selain faktor musiman, pergerakan harga emas domestik juga dipengaruhi oleh dinamika global. Wahyu menyebut beberapa katalis utama yang memengaruhi harga emas Antam antara lain pergerakan harga emas dunia (XAUUSD), penguatan dolar Amerika Serikat, serta pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
Terkait apakah sudah saatnya melakukan profit taking, Wahyu menekankan bahwa keputusan sangat bergantung pada tujuan investasi dan horizon waktu masing-masing investor. Untuk investor jangka pendek atau yang membutuhkan likuiditas, ia menyarankan strategi ambil untung secara bertahap. Investor dapat menjual sebagian kecil kepemilikan, sekitar 10%-20%, untuk mengamankan keuntungan di tengah tingginya harga buyback.
Selain itu, investor juga disarankan memasang trailing stop-loss guna mengantisipasi koreksi harga yang tiba-tiba. Sebaliknya, bagi investor jangka panjang dengan tujuan lindung nilai atau dana pensiun, Wahyu menilai strategi menahan atau hold aset emas juga masih relevan.
“Tidak ada ruginya mengamankan keuntungan saat harga buyback sudah tinggi. Jual sebagian (partial sell) adalah jalan tengah terbaik untuk mengunci untung sekaligus tetap memiliki aset jika harga terus naik,” imbuhnya.
Ke depan, Wahyu memperkirakan harga emas Antam masih akan bergerak fluktuatif namun cenderung bertahan tinggi. Untuk semester pertama tahun 2026, ia memproyeksikan harga emas Antam berada di kisaran Rp 2,8 juta hingga Rp 3,2 juta per gram.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar