Harga minyak Venezuela melonjak 30% setelah AS tangkap Maduro

Harga Minyak Mentah Venezuela Naik 30 Persen Setelah Penjualan Pertama oleh Amerika Serikat

Harga minyak mentah Venezuela dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 30 persen. Kenaikan ini terjadi setelah Amerika Serikat melakukan penjualan pertama minyak dari negara tersebut, yang dilakukan usai Presiden Nicolas Maduro ditangkap beberapa pekan lalu.

Menurut Menteri Energi AS, Chris Wright, dalam sebuah acara yang diadakan Asosiasi Energi AS pada Kamis (15/1/2026), pihaknya berhasil menjual minyak mentah dengan harga sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan harga tiga minggu sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pasar mulai melihat potensi ekonomi dari cadangan minyak besar Venezuela.

Amerika Serikat Lakukan Penjualan Pertama Minyak Venezuela dengan Harga 500 Juta Dolar AS

Amerika Serikat berhasil menjual minyak mentah Venezuela pada hari Kamis kemarin. Ini merupakan penjualan pertama sejak Presiden Donald Trump menangkap Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026 lalu. Menurut juru bicara Kementerian Energi AS, penjualan ini dilakukan dengan harga sebesar 500 juta dolar AS atau setara Rp8,4 triliun. Harga ini lebih tinggi dibanding saat Maduro masih berkuasa.

Pemerintah AS dilaporkan akan kembali melakukan penjualan minyak Venezuela dalam beberapa hari atau minggu mendatang. Langkah ini kemungkinan besar akan melibatkan perusahaan energi raksasa seperti Chevron.

Venezuela Memiliki Cadangan Minyak Mentah Terbesar di Dunia

Venezuela adalah negara dengan cadangan minyak mentah terbesar di dunia. Cadangan minyak yang dimiliki negara ini mencapai 303 miliar barel. Dengan cadangan minyak sebesar itu, Venezuela mampu memproduksi sekitar 800.000 barel per hari.

Namun, meskipun memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, kondisi ekonomi Venezuela justru sangat carut marut. Hal ini disebabkan oleh kurangnya investasi baik dari dalam maupun luar negeri selama bertahun-tahun. Khususnya sejak Nicolas Maduro menjabat sebagai presiden pada 2013, ia tidak mampu mengelola kekayaan minyak negara secara optimal, sehingga produksi minyak mentah Venezuela merosot tajam ke level terendah dalam beberapa dekade.

Donald Trump Ingin Perusahaan Minyak Besar Dunia Berinvestasi di Venezuela

Situasi ini pun dimanfaatkan oleh Presiden AS, Donald Trump. Ia menyerukan kepada perusahaan-perusahaan minyak besar di dunia untuk berinvestasi di Venezuela. Tujuannya adalah untuk kembali membangkitkan industri minyak negara tersebut agar bisa menghasilkan keuntungan.

Trump juga telah bertemu dengan beberapa perusahaan minyak besar di Gedung Putih. Beberapa di antaranya, seperti Exxon, Chevron, ConocoPhillips, Halliburton, Valero, dan Marathon. Trump menyatakan bahwa semua perusahaan tersebut berniat menginvestasikan dana sebesar 100 juta dolar AS atau Rp1,6 triliun di industri minyak Venezuela.

Namun, CEO Exxon, Darren Woods, justru memberikan pernyataan berbeda. Ia mengatakan bahwa situasi Venezuela saat ini tidak cocok untuk berinvestasi karena masih mengalami kekacauan politik pasca-penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh AS.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan