Harga Telur Ayam Naik di Musi Rawas, Rp54 Ribu per Karpet

Harga Telur Ayam Naik di Musi Rawas, Rp54 Ribu per Karpet

Kenaikan Harga Telur di Kabupaten Musi Rawas

Harga telur ayam ras di tingkat pedagang di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami kenaikan. Pada hari Minggu (26/10/2025), harga telur ayam ras naik menjadi Rp53 ribu hingga Rp54 ribu per karpet. Meskipun terjadi kenaikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Musi Rawas memastikan bahwa stok telur masih aman.

Perubahan Harga di Berbagai Pasar

Di Pasar B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo, harga telur ayam ras mengalami kenaikan sebesar Rp3.000 per karpetnya. Sebelumnya, harga telur ayam ras di tingkat pedagang adalah Rp50.000 per karpet, namun kini telah meningkat menjadi Rp53.000 per karpet.

Sementara itu, di Pasar Megang Sakti, Kecamatan Megang Sakti, harga telur ayam ras juga mengalami kenaikan dari Rp52.000 per karpet menjadi Rp54.000 per karpet, atau naik sebesar Rp2.000 per karpetnya.

Tanggapan dari Disperindag Musi Rawas

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Musi Rawas, Fatimah, menyatakan bahwa harga telur ayam ras saat ini masih stabil di tingkat pedagang. Ia menjelaskan bahwa hasil pantauan harga telur di Pasar B Srikaton mencapai Rp53.000 per karpet, sedangkan di Pasar Megang Sakti sebesar Rp54.000 per karpetnya.

Fatimah menambahkan bahwa harga telur ini mengalami kenaikan dibanding beberapa minggu lalu. "Dulu di Tugumulyo, harga telur hanya Rp50.000 dan di Megang Sakti sekitar Rp52.000," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa stok telur saat ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Stok masih aman, tidak ada kelangkaan," ujarnya.

Pengalaman Pedagang

Sri Barokah, salah satu pedagang telur ayam ras di Pasar B Srikaton, mengakui bahwa harga telur ayam ras di tingkat pedagang sudah mengalami kenaikan. "Dulu harganya Rp50.000, sekarang sudah Rp53.000 per karpetnya," kata Barokah kepada Sripoku.com, Minggu (26/10/2025).

Barokah menjelaskan bahwa kenaikan harga telur ini terjadi secara bertahap. "Naiknya berangsur-angsur, sekitar Rp1.000 setiap harinya, sampai akhirnya sekarang harganya Rp53.000 per karpetnya."

Dampak pada Penjualan

Kenaikan harga telur ini ternyata memengaruhi penjualan. Barokah mengaku bahwa dengan harga yang lebih tinggi, pembeli semakin sedikit. "Harga Rp50.000 saja sering sepi, apalagi sekarang Rp53.000, jadi tambah sepi. Tapi tetap ada yang beli," tutupnya.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan