Hari Desa Nasional: Sukoharjo Dorong Desa Jadi Pilar Pembangunan dan Ekonomi Daerah

Peringatan Hari Desa Nasional di Sukoharjo

Peringatan Hari Desa Nasional menjadi momen penting bagi Kabupaten Sukoharjo untuk menegaskan peran strategis desa dalam pembangunan daerah maupun nasional. Kabupaten yang terletak tak jauh dari Kota Solo ini memiliki 126 desa yang tersebar di 12 kecamatan, dengan beragam potensi unggulan di masing-masing wilayah.

Setiap desa di Sukoharjo memiliki karakter dan keunggulan tersendiri, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, hingga industri kreatif. Salah satu yang telah dikenal luas adalah Desa Wisata Rotan Trangsan di Kecamatan Gatak. Desa ini dikenal sebagai sentra kerajinan rotan sejak tahun 1940-an dan produknya telah menembus pasar mancanegara.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan bahwa Hari Desa Nasional menjadi ajang refleksi sekaligus evaluasi terhadap pembangunan desa yang selama ini telah dilakukan. Ia menegaskan bahwa desa merupakan tulang punggung bangsa dan fondasi utama pembangunan nasional.

“Desa adalah ujung tombak pertumbuhan ekonomi, pelestari budaya, dan pusat kehidupan masyarakat. Momentum Hari Desa Nasional ini sangat penting untuk memperkuat semangat membangun desa agar semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Etik pada Kamis (15/1/2025).

Dalam peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026, pemerintah mengusung tema Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia. Menurut Etik, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan seruan agar pembangunan desa menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa pembangunan desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat desa.

Partisipasi aktif, gotong royong, serta inovasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola potensi desa. “Desa yang terdepan adalah desa yang mandiri secara ekonomi, unggul infrastrukturnya, berkualitas sumber daya manusianya, dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa,” tegasnya.

Etik juga menyoroti peran strategis kepala desa dan perangkat desa sebagai pemimpin pemerintahan desa. Ia mengingatkan agar penyelenggaraan pemerintahan desa dilakukan secara harmonis dan bersinergi dengan seluruh lembaga desa, tanpa mengedepankan ego sektoral.

“Tugas kita adalah melayani masyarakat dengan baik, menjaga kekompakan, dan menyukseskan program-program pemerintah, termasuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujarnya.

Melalui momentum Hari Desa Nasional, Etik mengajak seluruh aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus berinovasi dan berkolaborasi. Ia berharap desa-desa di Sukoharjo dapat menjadi pusat kreativitas dan agen perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan sinergi dan konsistensi pembangunan, desa akan benar-benar menjadi kekuatan utama dalam membangun Indonesia,” pungkasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan