Hasil Uji Lab MBG di SMP 1 Laguboti: Kandungan Bakteri Melebihi Batas Normal

Hasil Uji Lab MBG di SMP 1 Laguboti: Kandungan Bakteri Melebihi Batas Normal

Hasil Uji Lab MBG di SMP 1 Laguboti: Kandungan Bakteri Melebihi Batas Normal

Penemuan Bakteri dalam Makanan Bergizi Gratis yang Menyebabkan Keracunan Siswa

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy, mengungkapkan bahwa hasil uji laboratorium terhadap sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan seratusan siswa SMP 1 Laguboti telah keluar. Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), ditemukan adanya kandungan bakteri yang melebihi ambang batas.

Dari hasil tersebut, dua jenis bakteri yang ditemukan adalah Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus. Faisal menegaskan bahwa ini merupakan kasus pertama yang terjadi, dan pihaknya berkomitmen untuk memastikan hal serupa tidak terulang kembali. Untuk itu, ia menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pengawasan rantai pasok bahan makanan hingga makanan tersebut dikonsumsi oleh siswa.

Faisal menjelaskan lima poin utama yang menjadi fokus pemerintah provinsi dalam mencegah kejadian serupa. Pertama, SPPG (Sekolah Perluas Pangan Gizi) wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kedua, kebersihan pangan, alat masak, dan wadah saji harus dijaga dengan baik. Ketiga, distribusi makanan harus berjalan cepat dan tepat agar tidak terjadi penundaan atau kerusakan.

Keempat, para penjamah makanan harus memiliki sertifikat yang sah. Kelima, jika terjadi gangguan pencernaan setelah mengonsumsi MBG, maka segera melapor kepada pihak terkait. “Kami terus memastikan agar penanganan anak-anak sekolah yang terdampak berjalan optimal,” ujarnya.

Selain itu, Faisal menegaskan bahwa pemerintah provinsi tetap mendukung penuh program MBG sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi anak sekolah. “Aspek keamanan pangan menjadi prioritas utama pemerintah,” katanya.

Permintaan untuk Memperketat Pengawasan

Faisal juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperketat pengawasan terhadap MBG di SPPG. Ia berharap BGN dapat meningkatkan pengawasan terhadap MBG di seluruh kabupaten dan kota di Sumut. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa semua makanan yang disajikan kepada siswa aman dan layak konsumsi.

Sebelumnya, sebanyak seratusan siswa SMP Negeri 1 Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, mengalami keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (15/10). Dinas Kesehatan Toba langsung turun tangan dengan mengambil sampel makanan untuk meneliti penyebab keracunan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Toba, Freddi Seventry, mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan awal ditemukan kondisi buah semangka yang sudah tidak layak. “Dari laporan tim yang mengambil sampel ditemukan makanan diduga buah semangka agak berlendir,” ujar Freddi.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan