Himpunan Alumni IPB Dorong Vaksinasi Rabies Gratis di Hari Karantina ke-148

Himpunan Alumni IPB Dorong Vaksinasi Rabies Gratis di Hari Karantina ke-148

Peringatan Hari Karantina Indonesia ke-148, Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Dalam rangka memperingati Hari Karantina Indonesia yang ke-148, Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) DPC Balikpapan bekerja sama dengan Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BB-KHIT) Kalimantan Timur menggelar vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan warga. Kegiatan ini berlangsung di halaman kantor BB-KHIT Balikpapan pada Selasa (21/10/2025).

Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi nyata antara alumni akademisi dan instansi pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui pencegahan penyakit zoonosis. Acara dibuka langsung oleh Kepala Balai Besar KHIT, Dr. drh. Arum Kusnila Dewi, M.Si, serta turut dihadiri Ketua PDHI Kaltim II drh. Joko Suseno dan Ketua HA IPB DPC Balikpapan, Dharma Saputra.

Sebanyak 132 ekor hewan peliharaan divaksin dalam kegiatan ini, terdiri dari 115 ekor kucing dan 17 ekor anjing. “Sejak 148 tahun lalu, Karantina hadir untuk menjaga negeri dari masuk dan tersebarnya hama serta penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan. Termasuk rabies, penyakit zoonosis mematikan yang masih menjadi perhatian dunia,” ujar Arum.

Ia juga menegaskan pentingnya peningkatan peran karantina yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif sebagai semangat peringatan tahun ini, sejalan dengan tema “Menjaga Negeri untuk Indonesia Maju dan Berdaya Saing”.

Sementara itu, Ketua HA IPB Balikpapan, Dharma Saputra, mengaku bersyukur atas antusiasme masyarakat. Banyak warga yang mendaftar secara daring maupun datang langsung membawa hewan peliharaannya. “Kami ingin kegiatan ini tak hanya sebatas vaksinasi, tapi juga jadi ajang edukasi. Warga yang hadir bisa menjadi agen perubahan dengan menyebarkan pemahaman tentang bahaya rabies dan pentingnya pencegahan,” ujar Dharma.

Dharma menambahkan, HA IPB juga menghadirkan produk UMKM binaan alumni, seperti Wedang Dayak, minuman herbal khas Kalimantan yang kini dibudidayakan oleh empat kelompok tani di Balikpapan. Produk lokal lainnya seperti Bungas Food Nusantara dan Koperasi Merah Putih turut memeriahkan kegiatan.

Dharma berharap kegiatan sosial ini bisa dilanjutkan dengan seminar edukasi tentang penanganan kasus gigitan hewan penular rabies. “Masih ada masyarakat yang bingung saat tertimpa kasus gigitan hewan. Diperlukan edukasi bersama melibatkan PDHI, MUI, Dinas Kesehatan, Karantina, dan DKP3 agar masyarakat mendapat pemahaman yang benar,” ungkapnya.

Sebelum vaksinasi dimulai, doa bersama dipimpin oleh Ust. Nazarudin Latif, pendakwah sekaligus anggota HA IPB Balikpapan. “Pentingnya memperlakukan hewan dengan kasih sayang sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW,” kata Nazarudin.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga membagikan bingkisan kepada 10 peserta pertama yang hadir, diserahkan langsung oleh drh. Joko Suseno.

Himpunan Alumni IPB DPC Balikpapan sendiri berdiri sejak 18 Desember 2023 dan berkantor di Gedung Inhutani I, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan. Organisasi ini aktif dalam kegiatan sosial, lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat dan UMKM di Kota Minyak.

Kolaborasi yang Menghasilkan

Kolaborasi antara HA IPB DPC Balikpapan dan BB-KHIT Kalimantan Timur merupakan contoh nyata kerja sama antara komunitas akademisi dan pemerintah dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat. Dengan adanya vaksinasi rabies gratis, masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan hewan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Beberapa manfaat dari kegiatan ini antara lain: * Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan. * Pengurangan risiko penyebaran penyakit rabies di wilayah Balikpapan. * Penguatan peran UMKM binaan alumni IPB dalam perekonomian daerah.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi para pengusaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas. Hal ini dapat meningkatkan daya saing UMKM di kota tersebut.

Ke depan, Lebih Banyak Lagi

Dharma Saputra berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan diperluas cakupannya. Ia menyarankan agar ke depannya diadakan seminar edukasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga kesehatan, organisasi keagamaan, dan dinas terkait.

Dengan adanya pendidikan yang tepat, masyarakat akan lebih siap menghadapi situasi darurat akibat gigitan hewan yang terinfeksi rabies. Ini juga akan membantu mengurangi stigma dan ketakutan yang sering kali muncul di kalangan masyarakat.

Kegiatan vaksinasi rabies ini tidak hanya menjadi momen kesehatan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan sebagai bagian dari sistem kesehatan nasional.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan