
Peluang Penguatan IHSG Menuju Level 8.400
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk terus menguat dalam jangka pendek, dengan target kenaikan menuju level 8.400. Level support yang menjadi perhatian adalah sekitar 8.150. Hal ini didorong oleh beberapa faktor utama seperti arus modal asing yang masuk, stabilnya kondisi makroekonomi, serta dimulainya musim laporan keuangan emiten atau earning season.
Analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menyatakan bahwa earning season kali ini akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya. Ia menilai sektor perbankan, infrastruktur, dan komoditas masih memiliki potensi besar sebagai penggerak utama pasar saham.
Menurut David, para pelaku pasar akan memperhatikan kinerja perusahaan besar dari berbagai sektor untuk menentukan arah pasar di masa depan. Para trader disarankan untuk memantau laporan keuangan yang akan dirilis dalam 1–2 pekan ke depan dan memanfaatkan momentum yang muncul selama earning season jika harga mengalami penguatan signifikan. Sementara itu, investor dianjurkan untuk tetap fokus pada pertumbuhan fundamental dan melakukan akumulasi secara bertahap.
Tiga Saham Pilihan IPOT untuk Pekan Terakhir Oktober 2025
Berikut tiga rekomendasi saham dari IPOT untuk periode tersebut:
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
- Rekomendasi: Buy
- Entry: Rp 1.225
- Target harga: Rp 1.325
- Stop loss: Rp 1.180
-
Analisis: KLBF mencatat kinerja keuangan yang stabil dengan valuasi P/E rendah. Secara teknikal, saham ini mulai menunjukkan tanda-tanda uptrend.
-
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
- Rekomendasi: Buy
- Entry: Rp 5.150
- Target harga: Rp 5.500
- Stop loss: Rp 5.000
-
Analisis: Kinerja CPIN dipengaruhi oleh program Makan Bergizi Gratis yang meningkatkan konsumsi daging nasional. EPS diproyeksikan tumbuh double digit, dan secara teknikal saham ini mulai keluar dari downtrend channel.
-
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
- Rekomendasi: Buy
- Entry: Rp 1.210
- Target harga: Rp 1.300
- Stop loss: Rp 1.150
- Analisis: AKRA diuntungkan oleh tensi geopolitik AS–Rusia yang memicu supply shock minyak global. Selain itu, perseroan mencatat kenaikan laba sebesar 12% pada kuartal III-2025.
AKRA Chart
by TradingView
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar