IHSG Diprediksi Naik, Ini Saham yang Bisa Menguntungkan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menguat dalam kisaran level 8.250 hingga 8.350 pada perdagangan Kamis (26/2). Pada hari sebelumnya, Rabu (25/2), IHSG ditutup naik sebesar 41,4 poin atau 0,50 persen ke level 8.322,23.

Berdasarkan analisis dari Phintraco Sekuritas, secara teknikal IHSG masih berada di atas MA5 dan MA20. Namun, indikator Stochastic RSI sudah masuk ke area overbought, sementara MACD mulai menunjukkan penyempitan pada slope positif.

Menurut pandangan analis Phintraco, proyeksi penguatan IHSG didukung oleh hasil pidato kenegaraan Presiden Trump pada Rabu (25/2). Dalam pidatonya, Trump menyampaikan beberapa poin penting, seperti menyerukan pembentukan program pensiun yang didukung pemerintah, kembali meminta Kongres untuk mengesahkan UU yang melarang investor institusi besar membeli rumah-rumah keluarga tunggal, menyatakan keberhasilan dalam mendorong ekonomi serta memerangi inflasi, dan sebagian besar fokus pada kebijakan dalam negeri.

Dari Eropa, investor akan memantau Indeks Sentimen Ekonomi Euro Area bulan Februari 2026 yang diperkirakan sedikit meningkat menjadi 99,5 dari 99,4. Sementara itu, dari AS, investor akan mencermati data Initial Jobless Claims pekan lalu yang diperkirakan naik menjadi 210 ribu dari 206 ribu.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut untuk diperdagangkan pada Kamis (26/2), yaitu MEDC, ELSA, KLBF, BKSL, dan ASII.

MNC Sekuritas juga memprediksi bahwa IHSG pada Kamis (26/2) akan menguat. IHSG berpeluang menguat ke level 8.440 hingga 8.503, namun ada potensi koreksi lanjutan ke rentang 8.149 hingga 8.217.

“IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya dan membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] ke rentang 8.440-8.503. Waspadai kemungkinan koreksi lanjutan ke rentang 8.149-8.217,” tulis laporan riset MNC Sekuritas, Kamis (26/2).

Saham-saham yang direkomendasikan oleh MNC Sekuritas pada Kamis (26/2) adalah ADMR, ANTM, ARCI, dan HRUM.


Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya tergantung pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan