IHSG Melorot ke 8.235 saat AS Periksa Perdagangan RI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (26/2) mengalami penurunan sebesar 1,04% dan berakhir di level 8.235. Pada sesi intraday, indeks sempat turun hingga 2,14% ke level 8.144 pada pukul 14.27 WIB.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi saham sore ini mencapai Rp 28,14 triliun dengan volume perdagangan sebesar 56,52 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 3,14 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 146 saham menguat, 568 saham terkoreksi, serta 105 saham stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG hari ini mencapai Rp 14.773 triliun.

Phintraco Sekuritas menilai bahwa sentimen negatif pasar berasal dari pengumuman Departemen Perdagangan Amerika Serikat (US Department of Commerce) yang merencanakan pemberlakuan tarif terhadap sel dan panel surya yang diimpor dari perusahaan di India, Indonesia, dan Laos. Kebijakan tersebut diambil karena dugaan industri panel surya di ketiga negara mendapat perlindungan subsidi.

Dalam kebijakan tersebut, AS menetapkan tarif sebesar 125,87% untuk produk dari India, 104,38% untuk impor dari Indonesia, dan 80,67% untuk impor dari Laos. Selain itu, pemerintah AS juga menghitung tarif khusus untuk perusahaan tertentu. Contohnya, PT Blue Sky Solar dikenakan tarif sebesar 143,3%, sedangkan PT REC Solar Energy dikenakan tarif 85,99%.

Di sisi lain, United States Trade Representative (USTR) juga berencana membuka penyelidikan berdasarkan Pasal 301 terhadap praktik perdagangan Indonesia, khususnya terkait kapasitas industri dan subsidi di sektor perikanan. Hasil penyelidikan tersebut akan dibandingkan dengan langkah-langkah yang diambil oleh Indonesia untuk menjawab kekhawatiran AS sebelum USTR menentukan bentuk kebijakan atau tarif yang akan diberlakukan.

“AS juga berencana menaikkan tarif bagi sejumlah negara dari level 10% menjadi 15% atau lebih tinggi,” ujar Phintraco dalam analisisnya, Kamis (26/2).

Selain itu, dari sebelas sektor yang ada di BEI, seluruhnya mengalami penurunan. Sektor transportasi menjadi yang paling terpuruk dengan penurunan sebesar 4,54%. Beberapa saham di sektor tersebut berada di zona merah, seperti PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang turun 1,19% ke Rp 83 per saham.

Di samping itu, bursa saham Asia secara umum berada di zona merah. Indeks Shanghai Composite turun tipis sebesar 0,01%, Hang Seng turun 1,44%, dan Straits Times turun 0,87%. Sebaliknya, Nikkei tumbuh sebesar 0,29%.

Berikut daftar saham top gainers:

  • PT Bakrie & Brother Tbk (BNBR) naik 9,52% ke Rp 161.
  • PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) naik 9,58% ke Rp 183.
  • PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) naik 34,62% ke Rp 105.

Sementara itu, saham-saham top losers antara lain:

  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) turun 14,76% ke Rp 1.415.
  • PT Minna Padi Investasi Sekuritas Tbk (PADI) turun 9,76% ke Rp 148.
  • PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) turun 9% ke Rp 384.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan