
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada perdagangan siang ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip melalui RTI, IHSG mengalami kenaikan sebesar 0,60% atau naik 49,29 poin menjadi berada di level 8.330,13 pada sesi perdagangan pertama, Rabu (25/2/2025).
Kenaikan IHSG didorong oleh kinerja sebagian besar indeks sektoral di BEI. Sektor perindustrian menjadi yang paling tinggi dengan kenaikan sebesar 2,04%, disusul oleh sektor barang konsumen non primer yang naik 1,93%, barang baku 1,56%, kesehatan 1,23%, dan energi 0,65%.
Selanjutnya, sektor infrastruktur mengalami kenaikan sebesar 0,46%, keuangan 0,25%, properti dan real estate 0,21%, teknologi 0,20%, serta sektor barang konsumen primer yang hanya naik 0,04%. Namun, hanya sektor transportasi yang mengalami penurunan sebesar 2,09%.
Total volume perdagangan saham di BEI pada siang ini mencapai 31,39 miliar, dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,69 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 319 saham menguat, 329 saham melemah, dan 169 saham stagnan.
Daftar Top Gainers di LQ45
Berikut adalah saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar di LQ45:
1. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) meningkat sebesar 12,14% menjadi Rp 1.250 per saham
2. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 5,45% menjadi Rp 2.130 per saham
3. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengalami kenaikan sebesar 4,64% menjadi Rp 7.325 per saham
Grafik INKP
by TradingView
Daftar Top Losers di LQ45
Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar di LQ45 adalah:
1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 2,46% menjadi Rp 1.980 per saham
2. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) mengalami penurunan sebesar 2,05% menjadi Rp 286 per saham
3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 1,46% menjadi Rp 270 per saham
Pergerakan IHSG hari ini menunjukkan optimisme investor terhadap kinerja sektor-sektor tertentu, terutama perindustrian dan barang konsumen. Meski demikian, penurunan di sektor transportasi menjadi perhatian khusus bagi para analis pasar. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada faktor-faktor eksternal seperti kondisi global dan kebijakan pemerintah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar