IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Tekanan dari Saham Big Caps

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada hari ini, Jumat (27/2/2026), dengan berada di level 8.171,56. Penurunan ini sejalan dengan koreksi pada saham-saham big caps seperti DSSA, BREN, TPIA, PANI, dan TLKM. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun sebesar 0,77% atau 63,70 poin ke level 8.171,56 hingga pukul 09.02 WIB.
Pada perdagangan hari ini, IHSG bergerak dalam rentang antara 8.168,63 hingga 8.214,45. Sebanyak 138 saham menguat, sementara 339 saham terkoreksi dan 196 saham stagnan. Kapitalisasi pasar mencapai Rp14.943,85 triliun.
Saham dengan kapitalisasi pasar jumbo yang masih menguat adalah PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang naik sebesar 0,87% menuju level Rp2.330 per saham. Sementara itu, beberapa saham big caps mengalami penurunan signifikan, termasuk:
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang terkoreksi 3,01% menjadi Rp80.500
- PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turun 2,87% ke Rp7.625 per saham
- PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) turut melemah 2,16% ke Rp6.800
- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) masing-masing turun 2,11% dan 1,10%
Di sisi lain, saham top gainers hari ini meliputi:
- PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) yang melesat 25,47% ke Rp202
- PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU) naik 22,08% ke Rp94 per saham
Sementara itu, saham paling turun atau top losers dihuni oleh:
- PT Island Concepts Indonesia Tbk. (ICON) yang turun 11,11% menjadi Rp120
- PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. (ELPI) turun 11,06% ke Rp85 per saham
Prediksi Pergerakan IHSG dan Tekanan Pasar
Pada perdagangan hari ini, IHSG diprediksi akan menguji level support psikologis di posisi 8.200 setelah mengalami tekanan signifikan pada hari sebelumnya. Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan bahwa secara teknikal, pergerakan indeks hari ini sangat krusial. Jika IHSG mampu bertahan di atas level 8.200, terdapat potensi terjadinya pantulan teknikal dalam jangka pendek atau short term technical rebound.
“IHSG akan mencoba untuk tes support di 8.200 dan jika kuat di sana potensi short term teknikal rebound. Namun, jika break under 8.200, bisa koreksi hingga 8050,” ujar Fanny dalam publikasi riset harian.
Fanny memproyeksikan rentang support IHSG hari ini berada di level 8.126 hingga 8.200, sementara area resistance berada di rentang 8.280 hingga 8.320.
Tekanan pada IHSG juga terjadi di tengah aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp409 miliar pada perdagangan kemarin. Beberapa saham blue chip yang banyak dilepas asing antara lain:
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP)
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)
Pengaruh Sentimen Global
Dari sentimen global, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup mayoritas melemah semalam. Indeks S&P 500 turun 0,54% dan Nasdaq melemah 1,18%. Tekanan utama datang dari saham Nvidia yang anjlok lebih dari 5% meski mencatatkan laba kuartal IV yang melampaui ekspektasi.
“Laporan keuangan Nvidia dan perusahaan perangkat lunak Salesforce belum mampu mengangkat sentimen pasar secara keseluruhan,” pungkas Fanny.
Di Asia, bursa saham cenderung bergerak variatif. Penguatan tipis pada indeks Nikkei dan KOSPI terjadi seiring meredanya kekhawatiran atas keberlanjutan belanja di sektor kecerdasan buatan (AI), meskipun Hang Seng masih terkoreksi.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar