
Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tahun 2026
Kebijakan pemerintah yang memberikan dukungan terhadap iklim dunia usaha diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai enam persen pada tahun 2026. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Akbar Himawan Buchari, yang menilai prediksi tersebut rasional mengingat banyak pengusaha yang tetap bertahan meski menghadapi ketidakstabilan kondisi global.
Akbar menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi pasar domestik yang sangat besar, yang menjadi fondasi utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ia menjelaskan bahwa dalam tahun 2025, rata-rata pertumbuhan ekonomi bisa mencapai lima persen, meskipun tidak ada kepastian ekonomi global yang pasti. Namun, ia berharap agar ekonomi nasional dapat semakin kuat dengan memperkuat sisi supply dan demand di dalam negeri.
"Kita berharap bagaimana kita bisa berdiri di atas kaki sendiri. Menguatkan sisi supply dan demand di dalam negeri, karena kita tahu potensi domestik market kita sangat luar biasa dan ini yang kita harapkan di 2026 bisa terjadi," ujarnya.
Tahun 2026 akan menjadi tahun penting bagi pemerintah dalam menerapkan berbagai kebijakan yang telah dirancang sejak tahun 2025. Akbar menilai bahwa program pemerintah pada tahun 2025 sudah sangat fokus, termasuk dalam hal investasi dan alokasi APBN yang diprioritaskan pada program strategis.
"Investasi sudah lahir, APBN sudah diprioritaskan pada program strategis, dan saya berharap ini akan nanti hasilnya akan dituai di 2026. Jadi, kalau rata-rata pertumbuhan 5 persen di 2025, saya yakin dan percaya tahun 2026 akan 6 persen," paparnya.
Selain itu, Akbar juga berharap kolaborasi antara pemerintah dan pelaku dunia usaha dapat diperkuat. Salah satu cara untuk menciptakan kesempatan kerja adalah dengan memberikan kepastian hukum melalui regulasi yang mendukung iklim bisnis.
"Nah, ini harus kerja bersama. Tentu dari sisi dunia usaha harus punya kepastian hukum terhadap iklim investasi bagaimana regulasi pemerintah yang berpihak terhadap dunia usaha. Makanya, saya berharap regulasi yang dilahirkan oleh pemerintah ini harus mengkomodir seluruh kebutuhan dari dunia usaha," katanya.
Dari sisi organisasi, Akbar berharap HIPMI dapat terus berkembang dan berkolaborasi dengan berbagai organisasi lain agar memiliki persepsi yang sama dalam konteks dunia usaha.
"Kita selalu melakukan konsolidasi dengan seluruh stakeholder lain, ada KADIN, ada APINDO. Kita selalu melakukan penyatuan persepsi agar aspirasi dari dunia usaha ini, jangan sporadis lagi. Kita kan perlu ada program yang sistematis kita kaji agar pemerintah bisa mengeluarkan regulasi yang berpihak kepada dunia usaha. Nah, itu kita sedang kita lakukan," katanya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar