
Indeks Bisnis-27 Melemah, Tapi Beberapa Saham Naik di Awal Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, Kamis (26/2/2026), Indeks Bisnis-27 dibuka dengan penurunan sebesar 0,46% ke posisi 551,03. Meskipun indeks mengalami koreksi, beberapa saham seperti INKP, MYOR, dan BMRI tetap menunjukkan penguatan pada awal perdagangan.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.05 WIB, dari total 27 konstituen indeks, terdapat 5 saham yang menguat, 17 saham melemah, dan 5 saham lainnya stagnan. Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang naik sebesar 1,88% menjadi Rp12.225. Selain itu, saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) menguat 0,91% ke Rp2.210, sedangkan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 0,47% menjadi Rp5.325.
Beberapa saham lain yang juga mengalami penguatan antara lain: * PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) yang naik 0,45% ke Rp1.120 * PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) meningkat 0,38% menjadi Rp6.600 * PT Astra International Tbk. (ASII) naik 0,38% ke Rp6.675
Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan signifikan. Contohnya adalah PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang turun 3,06% ke Rp7.125. Sementara itu, saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) terkoreksi 2,59% ke Rp1.315, dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melemah 1,67% menjadi Rp3.540.
Selain itu, saham-saham lain yang mengalami penurunan antara lain: * PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) terkoreksi 1,63% ke Rp1.505 * PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) melemah 1,40% ke Rp2.120 * PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) turun 1,35% menjadi Rp1.100
Sementara itu, beberapa saham bergerak stabil, termasuk: * PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) * PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) * PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT)
Menurut analis teknikal BRIDS Reza Diofanda, secara teknikal, indeks saat ini berada di area uji support. Dengan pergerakan terbatas selama bertahan di atas area 8.230—8.150, ia memprediksi bahwa resistance terdekat IHSG akan berada pada level 8.430.
Sebelumnya, pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,50% ke level 8.322. Kenaikan ini didorong oleh aksi net foreign buy senilai Rp1,18 triliun pada saham-saham perbankan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) maupun PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Selain itu, rebound indeks saham di AS dan penguatan rupiah juga turut mendorong kenaikan IHSG.
Pada perdagangan hari ini, pelaku pasar dinilai cenderung wait and see menjelang perundingan AS dan Iran di Jenewa. Reza memprediksi bahwa perundingan ini berpotensi memengaruhi volatilitas aset global.
”Secara teknikal, IHSG berada di area uji support 8.230–8.150 dengan kecenderungan pergerakan terbatas selama bertahan di atas zona tersebut. Resistance terdekat berada di 8.430,” kata Reza dalam riset hariannya, dikutip Kamis (26/2/2026).
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar