
aiotrade, JAKARTA –
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada perdagangan Jumat (27/2/2026). Meski mengawali perdagangan di zona merah, beberapa saham konstituen seperti INCO, MAPI dan MIKA tetap dibuka menguat.
Melalui aplikasi IDX Mobile pukul 09.01 WIB, indeks hasil kerja saham harian Bisnis Indonesia ini melemah sebesar 0,54% ke posisi 547,81. Perdagangan dimulai dengan transaksi sebanyak 236,7 juta saham senilai Rp302,4 miliar. Kapitalisasi indeks dibuka di angka Rp4.088 triliun.
Pembukaan indeks di zona merah disebabkan oleh mayoritas saham konstituen yang melemah. Dari total 27 saham konstituen, sebanyak 23 saham mengalami penurunan, sedangkan hanya 3 saham yang menguat. Sementara itu, satu saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Beberapa saham yang dibuka menguat antara lain PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang naik 1,41% ke Rp7.200, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik 0,38% ke Rp1.305, dan saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) yang dibuka menguat 0,45% ke Rp2.250.
Di sisi lain, sejumlah saham konstituen yang dibuka merah antara lain saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 0,82% ke Rp3.620, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) dibuka melemah 1,44% ke Rp2.050, dan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dibuka melemah 1,37% ke Rp7.200.
Bersamaan dengan pelemahan indeks Bisnis-27, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga dibuka melemah sebesar 0,66% ke posisi 8.180. Pada perdagangan kemarin, Kamis (26/2), indeks komposit ditutup melemah 1,05% ke 8.235.
Menurut Tim Riset Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG disebabkan oleh sentimen negatif terhadap perkembangan perdagangan Indonesia di pasar internasional. Misalnya, Departemen Perdagangan Amerika Serikat memberlakukan tarif atas sel dan panel surya yang diimpor dari perusahaan-perusahaan di India, Indonesia, dan Laos. Tarif yang diberlakukan mencapai 125,87% untuk produk dari India, 104,38% untuk impor dari Indonesia, dan 80,67% untuk impor dari Laos.
Selain tarif umum, AS juga menetapkan tarif individu bagi perusahaan tertentu. Di Indonesia, PT Blue Sky Solar dikenakan tarif sebesar 143,3%, sedangkan PT REC Solar Energy dikenakan tarif 85,99%.
Perwakilan Perdagangan AS (USTR) juga berencana membuka penyelidikan Pasal 301 terhadap praktik perdagangan Indonesia. Penyelidikan ini bertujuan memeriksa kapasitas industri dan subsidi perikanan. Hasil temuan akan dibandingkan dengan langkah-langkah yang diambil Indonesia dalam memenuhi komitmennya terhadap kekhawatiran AS.
Selain itu, S&P Global Ratings memperingatkan bahwa meningkatnya tekanan fiskal, khususnya kenaikan biaya pembayaran utang, memperbesar risiko penurunan terhadap profil kredit Indonesia. Meskipun S&P belum mengubah outlook stabil pada peringkat kredit Indonesia di level BBB, peringatan tersebut menunjukkan kekhawatiran yang semakin meluas terhadap posisi fiskal Indonesia.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak di level support 8.150 dan resistance di 8.250. Secara teknikal, penurunan IHSG tertahan MA20 di kisaran level 8.204, namun pembentukan histogram positif MACD kembali mengecil dan stochastic RSI membentuk death cross di overbought area.
Sehingga, IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level 8.150 pada perdagangan Jumat.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar