India tingkatkan energi bersih, justru butuh banyak batu bara


aiotrade, JAKARTA – Rajasthan, sebagai provinsi dengan produksi energi terbesar di India, membutuhkan pasokan batu bara yang lebih besar seiring target peningkatan kapasitas pembangkit listrik bersih hingga 4.400 megawatt pada tahun 2036.

Menurut laporan Reuters, pada Senin (19/1/2026), Rajasthan sebelumnya telah menutup beberapa pusat pembangkit listrik tenaga uap yang dianggap usang. Penutupan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah setempat dalam mencapai target energi bersih.

Namun kini, otoritas pusat telah menetapkan target baru untuk produksi listrik dari batu bara, yaitu meningkatkan kapasitas dari sekitar 1.900 MW menjadi dua kali lipat. Informasi ini didapatkan dari surat yang diperiksa oleh Reuters.

Sementara itu, Rajasthan sendiri sedang berupaya menutup pembangkit listrik tenaga batu bara yang lama dengan kapasitas 1.350 MW. Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari pemerintah terkait langkah tersebut.

Sejauh ini, sekitar sepertiga kebutuhan listrik India dipenuhi melalui proyek-proyek termal. Pemerintah India telah menetapkan target nol emisi bersih pada tahun 2070, yang akan dicapai melalui peningkatan kapasitas energi terbarukan nasional hingga 500 gigawatt, atau lebih dari dua kali lipat dari saat ini.

Konsumsi energi di negara Asia Selatan ini diperkirakan akan meningkat seiring ekspansi ekonomi. Hal ini akan membutuhkan peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara sebesar 40% menjadi lebih dari 307 gigawatt pada tahun 2035.

Dengan revisi ke atas dalam kebutuhan energi berbasis batu bara di Rajasthan, regulator energi setempat telah memutuskan untuk meninjau kembali keputusan November lalu yang menolak izin pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara baru dengan kapasitas 3.200 MW.

Perusahaan listrik Rajasthan telah meminta regulator untuk meninjau kembali keputusan tersebut, seperti yang tercantum dalam dokumen yang diperiksa oleh Reuters.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa tambahan kapasitas batu bara diperlukan karena sumber energi terbarukan seperti matahari dan angin tidak selalu tersedia. Selain itu, sistem penyimpanan baterai belum siap untuk memenuhi kebutuhan. Saat ini, sekitar 70% energi Rajasthan berasal dari sumber terbarukan.

Perusahaan listrik negara bagian tersebut tidak merespons permintaan komentar dari Reuters. Di sisi lain, beberapa provinsi lain di India juga mempercepat pengadaan energi batu bara, dengan alasan permintaan yang tinggi dan kebutuhan akan pembangkit listrik beban dasar.

Tantangan dalam Transisi Energi

Transisi menuju energi bersih di India bukanlah hal mudah. Meskipun target nol emisi bersih ditetapkan, pertumbuhan ekonomi dan populasi yang terus meningkat membuat kebutuhan energi tetap tinggi.

Bahkan, pemerintah daerah seperti Rajasthan, yang memiliki sumber daya terbarukan yang cukup besar, masih memerlukan dukungan dari energi konvensional untuk menjaga stabilitas pasokan.

Selain itu, infrastruktur penyimpanan energi masih dalam tahap pengembangan. Sistem baterai yang mampu menyimpan energi terbarukan dalam jumlah besar belum sepenuhnya siap. Hal ini memicu kebutuhan untuk tetap menggunakan batu bara sebagai cadangan.

Kebijakan yang Berubah

Kebijakan energi di Rajasthan terus berubah seiring perubahan kebutuhan dan tantangan. Awalnya, pemerintah setempat ingin mengurangi ketergantungan pada batu bara, namun kini mereka mulai melihat perlunya investasi dalam pembangkit listrik tenaga batu bara.

Keputusan untuk meninjau kembali penolakan izin pembangkit listrik baru ini menunjukkan adanya pergeseran dalam strategi energi. Namun, kebijakan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang komitmen terhadap target lingkungan.

Peran Pemerintah dan Industri

Pemerintah dan industri listrik harus bekerja sama untuk menyeimbangkan antara kebutuhan energi dan keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks ini, penting untuk memastikan bahwa pembangkit listrik baru tidak hanya memenuhi kebutuhan pasokan, tetapi juga mematuhi standar emisi yang lebih ketat.

Selain itu, investasi dalam teknologi penyimpanan energi dan pengembangan sumber daya terbarukan harus terus didorong agar bisa mengurangi ketergantungan pada batu bara di masa depan.

Kesimpulan

Rajasthan adalah contoh nyata dari tantangan yang dihadapi oleh negara-negara berkembang dalam transisi energi. Meskipun memiliki potensi besar dalam energi terbarukan, kebutuhan akan stabilitas pasokan energi masih memaksa penggunaan batu bara.

Dengan kebijakan yang terus berubah, penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan