Indonesia tawarkan 3 hal di World Economic Forum 2026

DEPUTI Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi Nurul Ichwan mengatakan Indonesia akan menghadiri World Economic Forum 2026 di Davos-Klosters, Swiss. Selama acara bergulir, 7-17 Januari 2026, pemerintah akan mempromosikan dan menyosialisasikan tentang hal positif iklim investasi dan potensi yang bisa didapatkan para pihak yang ikut serta.

"Karena Indonesia sebenarnya sudah dipandang cukup baik dan punya potensi untuk bisa mengundang investasi masuk," kata Nurul dalam bincang dengan media massa di Wisma Danantara pada Jumat, 9 Januari 2026.

Nurul mengatakan dalam satu waktu yang bersamaan, seluruh kepentingan dan pemimpin global, baik dari pelaku usaha, pemimpin negara, pemimpin organisasi akan berkumpul. Dalam kesempatan itu, Indonesia akan mempromosikan kepada investor sebagai salah satu negara yang punya ekosistem baik, cukup kondusif, ekonomi terus tumbuh, dan politik stabil untuk menanam modal dan selanjutnya memberikan pasokan terhadap kebutuhan global.

Salah satu yang akan diunggulkan adalah potensi sumber daya alam yang bisa menjadi bahan baku perkembangan perekonomian. Selain itu sektor pangan juga akan difokuskan sesuai dengan tujuan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan kemandirian pangan. "Termasuk juga pangan yang kemudian ada hubungannya dengan penciptaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan," tutur Nurul.

Selain itu industri padat karya yang dibutuhkan adalah tekstil yang masih memiliki daya saing. Salah satunya seperti industri alas kaki yang juga berpotensi menyerap tenaga kerja.

Kemudian, kata Nurul, pemerintah menargetkan total investasi sebesar Rp 2.600 triliun selama 2026. Angkanya naik dari Rp 1.905 triliun yang diklaim telah tercapai pada 2025. Sebelumnya, pemerintah memiliki target investasi untuk 2025 mencapai Rp 1.900-2.100 triliun dan dalam waktu 5 tahun mencapai Rp 13.000 triliun.

Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief mengatakan forum ini juga akan membahas peta geopolitik yang sedang terjadi. Meski demikian, rantai pasok bisnis masih ada dan perlu dilihat kembali perkembangannya.

Danantara diberikan mandat untuk mendorong investasi strategis di Indonesia dan akan diperkenalkan dalam World Economic Forum 2026. Selanjutnya, kata Arief, Kementerian Investasi dan Hilirisasi sebagai koordinator kebijakan dan promosi, lalu Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan menjadi representasi di pelaku usaha swasta.

"Kehadiran Indonesia dalam World Economic Forum kali ini mempunyai pendekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, dan dunia usaha," ucap Arief dalam kesempatan yang sama.

Dalam forum ini, pemerintah akan mendirikan Indonesia Pavilion yang akan diisi sejumlah acara diskusi dengan pembicara dari pemerintah dan pelaku usaha. Selain itu akan ada kesempatan pertemuan khusus antara pihak yang ingin bertemu dengan pejabat atau pelaku usaha. Total peserta yang akan hadir ke acara tersebut sekitar tiga ribu dari berbagai negara dan pelaku usaha.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan