
Purbalingga Berupaya Menarik Investasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan
Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus berupaya menarik lebih banyak investasi guna menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan di daerah. Upaya tersebut ditegaskan dalam kegiatan Purbalingga Business Forum 2025 yang berlangsung di Andrawina Hotel Owabong, Selasa, 23 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Purbalingga menegaskan bahwa forum bisnis ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan antara pemerintah dan pelaku usaha, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Purbalingga per Agustus 2025 tercatat sebesar 4,83 persen, sedangkan angka kemiskinan per Maret 2025 berada di level 12,55 persen.
“Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus penyemangat bagi pemerintah daerah untuk bekerja lebih keras, serta memperkuat sinergi dengan dunia usaha, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat,” demikian disampaikan dalam sambutan Bupati.
Melalui forum ini, pemerintah daerah menyediakan ruang diskusi dan kerja sama dengan pelaku usaha serta investor guna memperkuat iklim investasi di Kabupaten Purbalingga. Keseriusan tersebut diwujudkan dengan penandatanganan surat komitmen investasi tahun 2026 dengan total nilai mencapai Rp49 miliar.
Komitmen investasi itu diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, mendorong perputaran ekonomi daerah, serta memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk memberikan kemudahan dalam layanan perizinan bagi investor sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
“Prinsip kami jelas, jika bisa dipermudah kenapa harus dipersulit. Pemerintah Kabupaten Purbalingga siap membuka akses seluas-luasnya bagi investor yang ingin berinvestasi,” tegasnya.
Kerja Sama dengan Tiga Perusahaan Besar
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Purbalingga Johan Arifin dalam laporannya menyampaikan bahwa penandatanganan komitmen investasi tersebut melibatkan tiga perusahaan menengah dan besar.
“Ketiga perusahaan tersebut yakni PT Akur Pratama dengan komitmen investasi sebesar Rp36 miliar; PT Fengsheng Non Woven Indonesia sebesar Rp8 miliar; serta PT Jadi Baru sebesar Rp5 miliar,” tambahnya.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan pelaku usaha. Melalui Purbalingga Business Forum 2025, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap sinergi yang terbangun tidak berhenti pada penandatanganan komitmen, melainkan berlanjut ke bentuk kerja sama nyata dan berkesinambungan demi mewujudkan Purbalingga yang mandiri serta sejahtera.
Langkah-Langkah yang Dilakukan oleh Pemerintah Daerah
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerintah daerah telah melakukan beberapa langkah strategis:
- Membangun hubungan yang kuat dengan pelaku usaha: Pemerintah aktif berkomunikasi dengan pelaku usaha untuk memahami kebutuhan mereka dan memberikan dukungan yang diperlukan.
- Mempermudah proses perizinan: Pemerintah berkomitmen untuk memberikan kemudahan dalam layanan perizinan bagi investor sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Meningkatkan kualitas SDM: Pemerintah bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri.
- Menciptakan lingkungan yang kondusif: Pemerintah berupaya menciptakan lingkungan usaha yang aman dan stabil agar investor merasa nyaman berinvestasi.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Purbalingga dapat menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera, serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar