Investor asing lakukan pembelian bersih Rp7,3 triliun di pasar saham

Investor asing lakukan pembelian bersih Rp7,3 triliun di pasar saham


aiotrade, JAKARTA — Investor asing kembali menunjukkan optimisme terhadap pasar saham Indonesia dengan mengalirkan dana sebesar Rp7,3 triliun melalui beli bersih atau net buy sepanjang tahun berjalan 2026. Data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa pada Kamis (15/1/2026), investor asing mencatatkan transaksi beli senilai Rp8,67 triliun dan transaksi jual sebesar Rp7,73 triliun. Hal ini menghasilkan net buy sebesar Rp947,45 miliar dalam sehari.

Beberapa saham yang menjadi target pembelian investor asing pada hari tersebut antara lain:
BBRI dengan nilai beli neto sebesar Rp426,65 miliar
PTRO dengan jumlah beli neto sebesar Rp211,14 miliar
BMRI yang mencatatkan beli neto sebesar Rp208,75 miliar
INCO dengan beli neto senilai Rp121,92 miliar
* JPFA yang berhasil menarik minat investor asing hingga Rp94,53 miliar

Secara akumulasi, BEI mencatatkan total net buy investor asing di pasar saham Indonesia mencapai Rp7,3 triliun sepanjang tahun 2026 atau setara dengan Rp432,54 miliar secara year-to-date (YtD).

Di sisi lain, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami penguatan signifikan. Pada pekan ini, IHSG ditutup menguat sebesar 1,55% ke posisi 9.075,406 dari posisi 8.936,754 pada pekan sebelumnya. Secara YtD, IHSG telah naik sebesar 4,96%.

Selain itu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa terdapat pembelian neto oleh investor asing di pasar saham pada pekan ini. Kondisi ini berbeda jauh dengan situasi di instrumen surat berharga negara (SBN) dan sekuritas rupiah BI (SRBI), di mana terjadi penjualan neto.

Berdasarkan data BI, selama periode 12—14 Januari 2026, nonresiden mencatatkan penjualan neto sebesar Rp7,71 triliun. Lebih rinci, penjualan neto tercatat sebesar Rp8,15 triliun di pasar SBN dan Rp2,64 triliun di SRBI.

“Investor asing melakukan pembelian neto sebesar Rp3,08 triliun di pasar saham,” ujar Denny dalam pernyataannya, dikutip pada Jumat (16/1/2026).

Peningkatan aktivitas investor asing di pasar saham Indonesia menunjukkan optimisme terhadap prospek ekonomi dan stabilitas pasar. Meski ada penjualan di instrumen SBN dan SRBI, tren beli bersih di pasar saham memberikan dorongan positif bagi kinerja indeks dan sentimen investor.

Tantangan tetap ada, termasuk fluktuasi global dan kondisi makroekonomi. Namun, dengan aliran dana asing yang konsisten, pasar saham Indonesia tampaknya memiliki daya tahan yang baik dalam menghadapi dinamika pasar.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan