Peningkatan Aktivitas Bongkar Muat Petikemas di Tahun 2025
Peningkatan signifikan tercatat dalam aktivitas bongkar muat petikemas yang dikelola oleh IPC Terminal Petikemas sepanjang tahun 2025. Perusahaan mencatat total throughput sebesar 3.597.487 TEUs, meningkat 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3.177.939 TEUs. Capaian ini menjadi yang tertinggi sejak perusahaan beroperasi, menunjukkan pertumbuhan arus logistik baik domestik maupun internasional, khususnya di wilayah barat Indonesia.
Peningkatan tersebut didorong oleh penyesuaian layanan serta pengelolaan terminal di sejumlah pelabuhan yang berada dalam jaringan operasional IPC Terminal Petikemas. Corporate Secretary IPC Terminal Petikemas, Pramestie Wulandary, menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder atas dukungan dan kolaborasi yang telah membawa perusahaan mencapai angka 3,6 juta TEUs untuk pertama kalinya.
Aktivitas Pengguna Jasa serta Layanan Kapal Meningkat

Pramestie menjelaskan bahwa pertumbuhan throughput sepanjang 2025 berkaitan dengan meningkatnya aktivitas pengguna jasa serta penambahan layanan kapal. Sepanjang tahun lalu, perusahaan membuka sejumlah layanan baru, baik reguler maupun adhoc, yang berkontribusi terhadap kenaikan volume petikemas yang ditangani.
"Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi bukti nyata kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan IPC Terminal Petikemas," ujarnya.
Selain itu, IPC TPK juga menghadapi kenaikan muatan akhir tahun dengan membuka layanan tambahan untuk memenuhi permintaan.
Data Peningkatan Aktivitas di Terminal Petikemas

Pada Desember 2025, throughput IPC Terminal Petikemas tercatat sebesar 327.880 TEUs. Angka tersebut meningkat 12 persen dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 292.690 TEUs. Dari total throughput Desember 2025, petikemas domestik tercatat sebanyak 247.153 TEUs, sedangkan petikemas internasional mencapai 80.727 TEUs.
Sepanjang 2025, IPC Terminal Petikemas melayani 25 layanan baru. Penambahan layanan tersebut tercatat beriringan dengan peningkatan volume petikemas di sejumlah area operasional. Secara wilayah, kinerja di Tanjung Priok meningkat 13,74 persen. Area Panjang mencatat pertumbuhan 24,5 persen, Teluk Bayur sebesar 16,74 persen, Pontianak 7,4 persen, dan Palembang 6,1 persen.
Sejalan dengan Data Perdagangan yang Bertumbuh

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor nonmigas pada Januari-November 2025 mencapai 244,75 miliar dolar AS atau naik 7,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, impor non-migas tercatat sebesar 188,61 miliar dolar AS atau meningkat 4,37 persen, dengan surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar 56,15 miliar dolar AS.
Pramestie menyampaikan data throughput 2025 menjadi bagian dari evaluasi operasional perusahaan ke depan. IPC Terminal Petikemas merupakan operator terminal petikemas yang beroperasi di sejumlah pelabuhan. Perusahaan beroperasi di 6 area kerja yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta; Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat; Pelabuhan Panjang, Lampung; Pelabuhan Palembang, Palembang; Pelabuhan Teluk Bayur, Padang; dan Pelabuhan Jambi, Jambi.
"Pencapaian historis ini menjadi pijakan bagi IPC Terminal Petikemas untuk terus berinovasi dan memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional," kata Pramestie. Selain itu, IPC TPK juga telah mengantisipasi lonjakan aktivitas pelabuhan jelang Nataru.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar