Jangan Main-main! Menkeu Purbaya Ancam Calon Bos BEI!

Jangan Main-main! Menkeu Purbaya Ancam Calon Bos BEI!

Kriteria Utama Pemilihan Direksi BEI 2026-2030

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kriteria utama bagi jajaran direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030 yang akan terpilih nanti. Ia menekankan bahwa jajaran pimpinan bursa harus memiliki komitmen kuat untuk memberantas aksi manipulasi pasar atau "goreng-menggoreng" saham.

Pernyataan ini disampaikan oleh Purbaya usai Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1). Sebagai informasi, masa jabatan direksi periode 2022-2026 akan berakhir dan pergantian jajaran pimpinan dijadwalkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Juni 2026.

“Pokoknya harus bisa mengerti pasar, dan bisa mengembangkan basis investor ritel dan institusi di sini. Dan yang paling penting adalah mereka punya komitmen yang kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab,” ujar Purbaya.

Syarat Insentif Pasar Modal: Bersihkan Manipulasi Pasar

Menkeu juga mengaitkan pemberian insentif bagi pasar modal dengan kinerja direksi dalam menjaga integritas pasar. Ia menyatakan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) siap memberikan dukungan insentif, namun dengan syarat adanya bukti nyata penindakan terhadap pelaku manipulasi pasar.

“Mereka belum minta insentif. Kalau mereka mengerti insentif, saya akan tanya apa prestasinya, berapa orang (penggoreng saham) yang ditangkap,” tegasnya.

Optimisme IHSG Menembus Level 10.000

Selain menyoroti integritas pasar, Purbaya menyampaikan optimisme terhadap performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia memproyeksikan IHSG mampu menyentuh level 10.000 pada tahun ini, seiring dengan target pertumbuhan ekonomi domestik sebesar 6 persen (yoy).

Menurutnya, kebijakan yang sinkron antara pemerintah dan otoritas bursa menjadi kunci penguatan fondasi ekonomi.

"Kalau saya lihat fondasi ekonominya sudah membaik sekarang. Tahun ini akan lebih baik lagi karena kebijakan kita dengan BEI sudah amat sinkron. Harusnya ekonomi akan tumbuh lebih cepat, dan angka 6 persen bukan mustahil dicapai tahun ini," tambah Menkeu.

Peta Persaingan Kursi Direksi BEI

Berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), proses pemilihan direksi baru akan segera dimulai. Calon direksi harus diajukan oleh minimal 10 Anggota Bursa (AB) dalam satu paket pencalonan, dengan syarat rekam transaksi kelompok tersebut minimal 10 persen dari total frekuensi dan nilai perdagangan selama setahun terakhir.

Sesuai dengan POJK 58/2016, dari tujuh jajaran direksi saat ini, empat di antaranya masih memiliki peluang untuk mencalonkan diri kembali untuk periode kedua, yaitu:

  • Iman Rachman
    (Direktur Utama)

  • Irvan Susandy
    (Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa)

  • Sunandar
    (Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko)

  • Jeffrey Hendrik
    (Direktur Pengembangan)

Sementara itu, tiga direksi lainnya dipastikan tidak dapat mencalonkan diri kembali karena telah menyelesaikan dua periode masa jabatan, yakni:

  • I Gede Nyoman Yetna

  • Kristian Manullang

  • Risa Effennita Rustam

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan