aiotrade, CILACAP - Potensi wilayah Jawa Selatan (Jasela) dinilai memiliki kekuatan besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan selatan Jawa Tengah.
“Wilayah selatan punya karakter khas yang kalau dikelola serius bisa menjadi mesin pertumbuhan daerah," kata Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
Komitmen tersebut disampaikan Syamsul saat membuka Diskusi Publik Prospek Provinsi Jasela di Pendapa Wijayakusuma Cilacap, Sabtu (10/1/2026).
“Forum ini penting untuk menyatukan gagasan tentang bagaimana Jasela bisa dikembangkan secara terarah," kata Syamsul.
Menurut Syamsul, kawasan selatan memiliki keunggulan berbeda dibanding wilayah Pantura maupun tengah, mulai dari budaya, potensi ekonomi, hingga kekayaan pariwisata, sehingga perlu strategi pengelolaan khusus
“Karakter wilayah selatan tidak bisa disamakan dengan daerah lain, karena potensi dan kekuatannya juga berbeda,” ujarnya.
Ia menilai diskusi publik menjadi ruang strategis untuk menyerap ide-ide konstruktif dari berbagai pihak agar pengembangan potensi Jasela tidak berjalan parsial.
Syamsul juga menegaskan kesiapan Pemkab Cilacap membuka peluang investasi seluas-luasnya demi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah di tengah keterbatasan fiskal.
“Kita harus ramah terhadap investor, cepat dalam pelayanan, dan efisien dalam perizinan,” ujarnya.
Ia memastikan iklim investasi di Cilacap bebas dari praktik yang merugikan investor serta menegaskan akan menindak tegas ASN yang menyalahgunakan kewenangan.
“Tidak boleh ada pungutan atau permintaan yang tidak semestinya kepada investor,” kata Syamsul.
Sejumlah sektor unggulan disiapkan untuk ditawarkan kepada investor, mulai dari kawasan industri, perikanan, pertanian, hingga industri pendukung.
“Cilacap juga berpeluang menjadi penyangga kebutuhan kawasan industri Batang,” kata Syamsul.
Selain itu, aset-aset daerah yang belum optimal akan didorong untuk dikerjasamakan serta diselaraskan dengan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah.
“RTRW sedang dikaji dan ditargetkan masuk pembahasan perda pada 2027,” ujar Syamsul.
Sementara itu, Anggota DPD RI Abdul Khalik menilai pengembangan Jasela penting untuk mengurangi ketimpangan pembangunan di Jawa Tengah.
“Jawa Selatan harus tumbuh sebagai poros ekonomi baru,” kata dia.
Ia menyebut, sektor pertanian, maritim, dan pariwisata sebagai tiga kekuatan utama Kabupaten Cilacap yang belum tergarap maksimal karena masih berjalan sendiri-sendiri.
“Selama ini potensi besar ini belum terintegrasi antar kabupaten,” katanya.
Abdul Khalik menjelaskan integrasi tujuh kabupaten di kawasan Jasela dapat membentuk kekuatan ekonomi yang saling melengkapi dari wilayah timur hingga barat,
“Jika dikembangkan bersama, Jasela akan menjadi kekuatan ekonomi baru di jalur selatan,” ujarnya. (ray)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar