aiotrade.app,
JAKARTA -- Sebagai seorang pengusaha, pasti sering kali kita membicarakan bagaimana cara menambah nilai bisnis. Namun, mungkin banyak orang tidak benar-benar memahami arti dari nilai tambah itu sendiri.
Nilai tambah dalam sebuah bisnis bukan sekadar menambahkan fitur-fitur mewah atau layanan yang tidak dibutuhkan pelanggan. Tidak juga berarti menjadi yang termurah di pasar. Meningkatkan nilai tambah adalah tentang menciptakan perbedaan nyata dalam kehidupan pelanggan. Terkadang, nilai terpenting justru tersembunyi karena kita tidak menyadarinya.
Salah satu ilmu penting untuk meningkatkan nilai bisnis bisa dipelajari dari sosok pendiri Amazon, Jeff Bezos. Kisahnya mengandung banyak pelajaran yang bisa kita ambil dan terapkan dalam bisnis.
Saat Bezos mulai menjual buku di garasinya, belanja online masih sangat jarang. Tidak ada yang percaya bahwa ide ini akan berhasil. Perusahaan tersebut bahkan tidak menghasilkan laba selama sembilan tahun, dan banyak "pakar" yakin bahwa model bisnis Amazon tidak akan pernah sukses.
Namun, Bezos terus mencoba hal-hal baru. Banyak ide-ide yang gagal, tetapi beberapa ide yang berhasil membantunya membangun Amazon menjadi perusahaan besar dengan penjualan lebih dari US$500 miliar.
CEO Corning, Wendell Weeks, salah satu pemasok kaca utama untuk produk Apple, juga belajar dari Bezos. Menurutnya, banyak hal yang bisa dipetik dari filosofi Bezos. Ia mengatakan bahwa risiko sering kali dilihat sebagai sesuatu yang membuat kita terlihat bodoh. Namun, Bezos melihat segala sesuatu dengan keberanian dan ketegasan. Ia mengajarkan bahwa nilai yang kita ciptakan bukanlah dari meratapi kegagalan, tetapi dari menggandakan hal-hal yang berhasil.
"Jika sesuatu berhasil, maka gandakan. Jika berhasil lagi, gandakan lagi. Kegagalan hanyalah sejumlah uang yang tidak begitu besar dan tidak menciptakan nilai yang besar," katanya.
Bezos juga menekankan pentingnya fokus pada pelanggan. Amazon bukan hanya sekadar slogan, tetapi benar-benar berfokus pada pengalaman pelanggan. Dari sana, banyak hal yang bisa dipelajari.
Apa yang Lebih "Berharga"?
- Waktu yang Tak Tergantikan
Ketika berbicara tentang nilai, Amazon tidak hanya menawarkan manfaat nyata seperti harga terjangkau, pilihan luas, dan pengiriman cepat. Bezos juga berbicara tentang manfaat yang tidak terlihat, yaitu waktu pelanggan.
Waktu adalah hal yang paling berharga, dan Bezos memahami hal itu. Dia mengamati bagaimana pelanggan menghemat waktu dengan tidak perlu pergi ke toko untuk mencari produk. Rata-rata, pembelian di Amazon terjadi dalam 3 menit atau kurang, dan lebih dari setengahnya membutuhkan waktu 15 menit atau kurang. Jika dibandingkan dengan pergi ke toko, rata-rata membutuhkan sekitar satu jam.
Dengan menggunakan Amazon, pelanggan bisa menghemat dua kali kunjungan ke toko per minggu. Bezos menghitung bahwa sebagian besar pelanggan menghemat sekitar 75 jam per tahun. Itu berarti mereka memiliki waktu bebas untuk melakukan hal-hal lain, seperti berkencan, menonton anak bermain, atau bertemu teman.
Meski waktu tidak terlihat, Bezos melihatnya dalam bentuk dolar dan sen. Nilai tambah Amazon adalah memberi pelanggan kesempatan untuk menghemat waktu, meskipun mereka tidak sadar secara detail.
- Nilai Kualitas Hidup
Selain memberi nilai kepada pelanggan, Bezos juga berbicara tentang nilai yang diberikan kepada pemegang saham. Dalam laporan tahunannya, dia menulis tentang peningkatan pendapatan, tetapi juga tentang nilai tambah jangka panjang, yaitu kualitas hidup.
Pemegang saham mengatakan bahwa pendapatan dari saham Amazon membantu mereka menyekolahkan anak-anak ke perguruan tinggi, menanggung kebutuhan darurat keluarga, atau bahkan memulai bisnis dan membeli rumah. Beberapa pemegang saham awal bahkan menjadi cukup kaya untuk memulai badan amal mereka sendiri.
Memiliki angka nol di rekening bank atau portofolio memang menyenangkan, tetapi bagaimana uang meningkatkan kualitas hidup seseorang bisa jadi lebih penting. Ini adalah nilai tambah yang nyata dan berkelanjutan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar