Sejarah Kehadiran Islam di Eropa
Ketika membicarakan keberadaan Islam di Eropa, banyak orang mengira bahwa agama ini hanya muncul akibat migrasi modern. Namun, fakta sejarah menunjukkan bahwa Islam telah hadir di beberapa negara Eropa jauh sebelum masa itu. Perluasan pengaruh Kekhalifahan Ottoman sejak abad ke-14 menjadi salah satu faktor utama yang memperkenalkan Islam ke kawasan Balkan dan Eropa Timur.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dari jejak sejarah tersebut, komunitas Muslim lokal mulai terbentuk dan bertahan selama berbagai generasi. Bahkan hingga kini, jejak dari masa Ottoman masih dapat dilihat dalam komposisi penduduk di lima negara Eropa dengan populasi Muslim terbesar. Berikut adalah penjelasannya:
1. Kosovo

Islam mulai menyebar di Kosovo setelah wilayah ini ditaklukan oleh Kesultanan Ottoman pada abad ke-14. Setelah Pertempuran Kosovo tahun 1389, dominasi Kekristenan Katolik dan Ortodoks perlahan berkurang, digantikan oleh Islam. Kebijakan Ottoman yang memberi manfaat lebih besar kepada Muslim, seperti pajak yang lebih ringan dibandingkan non-Muslim, mempercepat proses konversi. Saat ini, sekitar 95,6% penduduk Kosovo beragama Islam, terutama etnis Albania serta kelompok minoritas seperti Bosniak, Gorani, dan Turki.
2. Albania

Albania juga mengalami penetrasi Islam melalui penguasaan Kesultanan Ottoman pada abad ke-14. Selama sekitar empat ratus tahun, Islam menjadi agama mayoritas. Setelah Albania merdeka pada tahun 1912, negara ini mengalami periode modernisasi dan reformasi agama. Pemisahan dari Kesultanan Ottoman terjadi secara bertahap.
Pada masa komunisme di bawah Enver Hoxha, Albania bahkan menyatakan diri sebagai negara non-religius. Pemerintah melarang semua bentuk ibadah publik hingga rezim jatuh pada tahun 1991. Sekarang, Albania menjadi salah satu negara paling sekuler di Eropa, tetapi warisan budaya Islam masih terlihat dalam makanan, arsitektur, dan tradisi lokal.
3. Bosnia-Herzegovina

Setelah penaklukan oleh Kesultanan Ottoman pada tahun 1463, Kota Sarajevo menjadi pusat penting bagi kebudayaan Islam di Eropa. Infrastruktur keislaman seperti masjid, madrasah, dan pasar mulai dibangun. Dalam waktu singkat, banyak penduduk setempat memeluk Islam. Menurut data dari laman Remembering Srebrenica, pada abad ke-17 sekitar dua pertiga penduduk Bosnia telah menjadi Muslim.
Saat ini, warisan Ottoman masih hidup lewat arsitektur Masjid Gazi Husrev-Beg dan pasar tua Bascarsija yang menjadi simbol identitas Bosnia modern.
4. Makedonia Utara

Islam masuk ke wilayah Makedonia Utara antara tahun 1371–1912 sebagai bagian dari ekspansi kekuasaan Ottoman. Agama ini berkembang pesat dan menjadi bagian penting dari kehidupan politik, sosial, dan budaya. Setelah bergabung dengan Yugoslavia dan mengalami pemerintahan komunis, umat Islam sempat mengalami pembatasan ibadah serta penyitaan aset wakaf.
Namun, setelah kemerdekaan, negara ini mengakui komunitas Muslim Makedonia Utara. Menurut data dari Insamer, sekitar 34% penduduk Makedonia Utara beragama Islam, menjadikannya sebagai agama terbesar kedua di negara tersebut.
5. Montenegro

Islam mulai masuk ke Montenegro ketika wilayah tersebut menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman sekitar abad ke-15. Salah satu peninggalan utama di Kota Podgorica adalah Masjid Starodoganjska dan Masjid Osmanagic yang dibangun pada abad ke-18. Keduanya menunjukkan bahwa komunitas Muslim tumbuh dan mempertahankan institusi keagamaannya meskipun dalam masa-masa sulit.
Menurut laman Salaam Gateway, sekitar 120.000 orang di Montenegro adalah Muslim, yang berarti hampir seperlima dari total penduduknya.
Warisan Budaya dan Adaptasi
Sejarah Islam di lima negara Eropa ini bukan hanya tentang penaklukan, tetapi juga tentang adaptasi dan keberlanjutan budaya. Dari ekspansi Kesultanan Ottoman hingga masa-masa sekularisasi modern, Islam di Eropa menunjukkan kemampuan luar biasa untuk bertahan dan bertransformasi. Dengan demikian, artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan tentang sejarah dan keberagaman budaya di Benua Eropa.
Komentar
Kirim Komentar