Jejak Thomas Djiwandono, Calon Deputi Gubernur BI

Pengumuman Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Wakil Menteri Keuangan Thomas Aquinas Djiwandono telah diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Keponakan Presiden itu diusulkan bersama dua nama lainnya, meskipun Prasetyo tidak menyebutkan identitas kedua orang tersebut.

Pernyataan ini disampaikan oleh Prasetyo kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 19 Januari 2026. "Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul nama yang kami usulkan adalah Pak Wamenkeu, atas nama Pak Tommy Djiwandono," ujarnya.

Thomas Djiwandono akan menggantikan Deputi Gubernur BI Juda Agung yang telah mengundurkan diri. Presiden juga telah mengirim Surat Presiden atau Surpres ke Dewan Perwakilan Rakyat untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Latar Belakang Thomas Djiwandono

Dikutip dari laman resmi Partai Gerindra, Thomas Djiwandono, yang akrab dipanggil Tommy, tercatat sebagai Bendahara Umum partai. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati. Soedradjad Djiwandono pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia dan sekarang menjadi dosen di Nanyang Technological University, Singapura. Sementara ibunya, Bianti, adalah kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.

Thomas Djiwandono lulus dari Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia juga menyelesaikan gelar Master dalam bidang International Relations and International Economics di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, Amerika Serikat.

Karier dan Perjalanan Profesional

Karier Thomas Djiwandono dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993. Tahun berikutnya, ia bekerja di Indonesia Business Weekly. Selain itu, ia juga pernah bekerja sebagai analisis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.

Pada 2006, ia ditunjuk sebagai Deputy CEO Arsari Group, perusahaan agrobisnis yang dimiliki pamannya, Hashim Djojohadikusumo. Setelah itu, ia menjadi Bendahara Umum Partai Gerindra dan dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024.

Kontribusi dalam Penulisan Artikel

Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan