
Program Cek Kesehatan Gratis di Kota Tangerang Selatan
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mempercepat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah diluncurkan sejak 10 Februari. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat, dengan target mencapai 36 persen dari total 1,4 juta penduduk sepanjang tahun ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, menyampaikan bahwa hingga 12 Oktober 2025, sebanyak 342.322 warga dan pelajar telah memanfaatkan layanan CKG. Berbagai penyakit dan kondisi kesehatan dapat terdeteksi melalui program ini, seperti tekanan darah tinggi, anemia, risiko jantung, kanker usus, kanker paru, hepatitis, tuberkulosis (TB), hipotiroid kongenital, gejala depresi, gula darah (diabetes), penyalahgunaan NAPZA, kanker leher rahim, thalasemia, PPOK, hingga kanker payudara.
Menurut Allin, kasus terbanyak yang ditemukan pada masyarakat umum adalah hipertensi dan risiko stroke. Untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, Dinkes tidak hanya membuka layanan di puskesmas, tetapi juga mengadakan program CKG komunitas dengan sistem jemput bola sesuai permintaan warga.
Penyisiran Kesehatan di Sekolah
Program CKG juga menyasar kalangan pelajar. Pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah dimulai sejak 4 Agustus 2025 dengan total sasaran 302.933 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Hingga saat ini, capaian sudah mencapai 132.688 siswa (43,8 persen).
Dari hasil pemeriksaan di sekolah, karies gigi menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada pelajar. "Di sekolah itu kebanyakan karies gigi. Kemudian ada juga anemia tapi masih di bawahnya, jadi gigi paling banyak masalahnya," tambah Allin.
Kendala dalam Pelaksanaan CKG
Allin juga mengakui adanya beberapa kendala teknis dalam proses input data ke aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK). Masalah utama biasanya terjadi pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak sesuai atau sekolah yang belum bisa memberikan NIK. Meskipun begitu, ia menyatakan bahwa masalah ini sedang dalam proses penyelesaian.
CKG di DKI Jakarta
Sementara itu, di DKI Jakarta, target CKG tahun ini mencapai 4.037.885 orang yang terskrining. Hingga 12 Oktober, sudah separuhnya atau 2.027.558 orang yang terskrining.
Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Octavia, menyebutkan bahwa CKG sudah menyentuh semua segmen kehidupan. “Kami gabungkan upaya kesehatan yang menyentuh masyarakat kami coba kerjakan bareng. Untuk di puskesmas, digerakan masuk ke kantor. Tidak hanya perumahan,” ujarnya.
Dwi menekankan bahwa program ini ingin dirasakan oleh seluruh masyarakat. Sebelum CKG, DKI Jakarta sudah melakukan program skrining, tetapi menurut Dwi, program skrining pemda tidak selengkap CKG. Oleh karena itu, CKG bisa melengkapi program tersebut.
Penyakit Tidak Menular di Jakarta
Menurut Dwi, penyakit tidak menular semakin banyak di Jakarta. Contohnya, diabetes dan hipertensi merajai. Bahkan 95 persen terdeteksi kurang aktivitas fisik. Lalu ada 75,45 persen yang memiliki kadar lemak berlebih. Dinkes DKI Jakarta mengajak warganya untuk bergerak agar memiliki postur tubuh yang ideal dan sehat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar