
Keterampilan Pasangan yang Penting untuk Hubungan yang Bahagia
\nSetiap individu memiliki keterampilan dasar seperti kekuatan, kompetensi, dan kemampuan berkomunikasi. Namun, untuk menjalani hubungan yang sukses dan harmonis, diperlukan keterampilan tambahan yang lebih mendalam. Psikoterapis dan pelatih pernikahan Toni Coleman menyatakan bahwa keterampilan-keterampilan ini sangat penting dalam membantu seseorang membangun kemitraan yang stabil dan bahagia.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Berikut adalah beberapa keterampilan pasangan yang perlu dikuasai agar hubungan bisa berjalan lancar, terutama ketika Anda menjalin ikatan dengan seseorang yang dicintai dari lubuk hati:
\n1. Memiliki Empati
\nEmpati adalah kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang pasangan. Menurut Lesli Doares, pelatih pernikahan dan penulis buku Blueprint For A Lasting Marriage, empati menjadi nilai tambah besar dalam hubungan. Setiap orang mengalami hidup dengan cara yang berbeda, sehingga peristiwa yang sama bisa dilihat secara berbeda oleh masing-masing pihak.
\nMenghargai perbedaan ini sebagai hal yang sah, bukan sebagai kesalahan satu pihak, merupakan kunci keberhasilan dalam hubungan. Dengan empati, pasangan dapat saling memahami dan merasa dihargai.
\n2. Berpikir dalam Perspektif "Kita"
\nSering kali, seseorang tahu apa yang dibutuhkan dan bagaimana mendapatkannya. Namun, ketika menjadi bagian dari pasangan, kebutuhan tersebut harus dilihat dari perspektif "kita" alih-alih hanya diri sendiri. Coleman menjelaskan bahwa menjaga perspektif ini akan membantu pasangan memprioritaskan kebutuhan bersama, menciptakan keseimbangan dan rasa kesatuan.
\n3. Mengatur Emosi
\nEmosi yang tidak terkendali bisa merusak hubungan. Misalnya, saat melihat pasangan meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan, emosi bisa meledak. Doares menyarankan agar setiap pasangan belajar mengelola emosi mereka sendiri dan memiliki rencana untuk menghadapi situasi yang memicu emosi.
\nJika salah satu pihak tetap tenang dan mampu menjalankan rencana tersebut, maka konflik tidak akan berkembang dan tidak perlu diperbaiki.
\n4. Berkomunikasi dengan Baik dan Sering
\nKomunikasi yang baik melibatkan pendengaran aktif, tidak menyela, mengajukan pertanyaan lanjutan, serta refleksi. Doares menekankan bahwa komunikasi yang efektif bisa membuat atau menghancurkan hubungan. Meskipun keterampilan ini butuh latihan, jika digunakan secara konsisten, akan sangat bermanfaat.
\n5. Mampu Mencapai Kompromi
\nKeterampilan komunikasi sangat penting dalam hubungan. Namun, kemampuan untuk menegosiasikan solusi yang bisa diterima oleh kedua belah pihak adalah kunci dalam menghadapi masalah sulit. Doares menambahkan bahwa negosiasi juga membantu menjauhkan kebencian.
\nKetika kompromi berhasil dicapai, tidak ada manipulasi atau penyerahan penuh, sehingga kebencian tidak muncul. Dengan kompromi, hubungan bisa tetap sehat dan harmonis.
\nDengan menguasai keterampilan-keterampilan ini, pasangan dapat membangun hubungan yang lebih kuat, saling memahami, dan saling mendukung. Ini adalah fondasi penting untuk menciptakan kemitraan yang sukses dan bahagia.
Komentar
Kirim Komentar