
JAKARTA, aiotrade
Di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus berfluktuasi sepanjang 2025, pasar modal Indonesia justru menunjukkan fenomena menarik. Banyak saham berhasil mencetak kenaikan harga yang signifikan, bahkan hingga belasan persen. Saham-saham ini menjadi pemenang di tengah volatilitas dan kehati-hatian investor.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), beberapa saham unggul dalam performanya sepanjang tahun ini. Berikut adalah sepuluh saham yang mencatatkan pertumbuhan terbaik:
-
PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG)
Harga saham UDNG mengalami lonjakan besar sebesar 12.280 persen, naik dari Rp 38 di awal tahun menjadi Rp 5.200. Pada fase awal, pergerakan harga relatif datar dengan volume terbatas. Memasuki pertengahan tahun, saham ini mulai berakselerasi, meskipun sempat mengalami koreksi tajam. Akhirnya, harga kembali naik dengan pola higher high dan higher low hingga mencapai rekor menjelang akhir tahun. -
PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE)
CBRE mengalami kenaikan sebesar 5.057 persen, dari Rp 19 menjadi Rp 980. Setelah bergerak datar cukup lama di awal tahun, saham ini berakselerasi pada paruh kedua tahun. Meski sempat mencapai puncak di kisaran Rp 1.700 hingga Rp 1.800, harga kemudian terkoreksi tajam dan stabil di kisaran Rp 900 hingga Rp 1.100. -
PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)
MGLV mengalami lonjakan agresif disertai volatilitas tinggi hingga berujung pada suspensi perdagangan. Harga saham MGLV melonjak dari Rp 76 menjadi Rp 2.200, atau naik sekitar 2.720 persen secara YTD. -
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)
BUVA mengalami kenaikan sebesar 2.680 persen, dari Rp 49 menjadi Rp 1.390. Setelah bergerak datar di awal tahun, saham ini membentuk tren kenaikan konsisten dengan higher high dan higher low. Akselerasi terjadi pada paruh kedua tahun, meski akhirnya terkoreksi moderat. -
PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA)
MORA mengalami lonjakan tajam setelah periode stagnan yang panjang. Harga saham MORA melonjak dari Rp 362 menjadi Rp 12.050, atau naik 2.463 persen secara YTD. Reli berubah agresif dengan lonjakan hingga area Rp 14.000. Setelah menyentuh puncak sekitar Rp 14.050, harga terkoreksi tajam dan bergerak fluktuatif, namun tetap bertahan di level tinggi hingga akhir tahun. -
PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP)
ATAP juga masuk jajaran jawara. Sepanjang 2025, harga sahamnya melesat dari sekitar Rp 24 menjadi Rp 620, atau naik 2.380 persen. Setelah lama bergerak datar di level rendah, harga perlahan naik ke kisaran Rp 100 sampai Rp 200, sebelum akhirnya melonjak menembus Rp 600. Pada puncaknya, saham sempat menyentuh Rp 650, sebelum berfluktuasi di rentang Rp 580 hingga Rp 620. -
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
PGUN mencatat reli ekstrem yang diikuti koreksi tajam. Harga saham PGUN naik dari sekitar Rp 424 dan sempat menyentuh puncak di Rp 29.525, sebelum terkoreksi dan ditutup di Rp 9.775. Meski demikian, secara tahunan saham ini tetap membukukan kenaikan 2.205 persen. Pergerakan yang awalnya datar berubah menjadi reli agresif dalam waktu singkat. -
PT Personel Alih Daya Tbk (PADA)
PADA memperlihatkan kenaikan yang lebih bertahap dan konsisten. Harga saham PADA melonjak dari sekitar Rp 10 menjadi Rp 304, atau naik 2.071 persen sepanjang 2025. Setelah lama bergerak datar, saham ini membentuk tren higher high dan higher low hingga mencapai puncak di Rp 306 sebelum ditutup di Rp 304. -
PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA)
PIPA mencatat lonjakan besar namun diikuti koreksi dalam. Secara YTD, harga saham PIPA naik dari sekitar Rp 11 dan sempat menyentuh Rp 625 sebelum turun dan bergerak konsolidatif di kisaran Rp 200 hingga Rp 250. Meski terkoreksi, saham ini tetap membukukan kenaikan 2.045 persen sepanjang tahun ini. -
PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX)
IRSX melengkapi daftar sepuluh besar. Harga saham IRSX naik dari sekitar Rp 21 menjadi Rp 625, atau melonjak 1.916 persen secara YTD. Setelah lama bergerak datar, harga naik bertahap menembus Rp 100, sempat berkonsolidasi di Rp 250- Rp 300, lalu kembali berakselerasi hingga puncak di sekitar Rp 690 sebelum terkoreksi moderat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar