
aiotrade
Pemain belakang Timnas Indonesia dan Persija Jakarta, Rizky Ridho tidak berhasil meraih gelar Puskas Award 2025. FIFA menetapkan Santiago Montiel, pemain asal Argentina dan klub Independiente sebagai pemenang penghargaan pencetak gol terbaik tahun ini.
Gol yang memenangkan penghargaan tersebut adalah tendangan salto dari luar kotak penalti yang mengarah ke gawang Independiente Rivadavia. Gol ini menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut. Dengan kemenangan Montiel, Argentina kini menyamai rekor Brasil sebagai negara dengan jumlah pemenang Puskas Award terbanyak, yaitu tiga gelar.
Sementara itu, kegagalan Ridho untuk meraih gelar membuat kawasan Asia Tenggara masih belum memiliki pemenang lain selain Mohammad Faiz Subri dari Malaysia pada 2016.
Berikut daftar pemenang Puskas Award sepanjang masa:
Daftar Pemenang Puskas Award
Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2009, sudah ada 17 pemain dari 13 negara yang berhasil meraih penghargaan bergengsi ini. Selain Malaysia, beberapa negara Asia juga pernah diwakili oleh bintang-bintang mereka. Salah satunya adalah Korea Selatan melalui Son Heung-Min saat membela Tottenham Hotspur.
Berikut rincian pemenang Puskas Award dari tahun 2009 hingga 2025:
- 2025: Santiago Montiel
- 2024: Alejandro Garnacho
- 2023: Guilherme Madruga
- 2022: Marcin Oleksy
- 2021: Erik Lamela
- 2020: Son Heung-min
- 2019: Daniel Zsori
- 2018: Mohamed Salah
- 2017: Olivier Giroud
- 2016: Mohammad Faiz Subri
- 2015: Wendell Lira
- 2014: James Rodriguez
- 2013: Zlatan Ibrahimovic
- 2012: Miroslav Stoch
- 2011: Neymar
- 2010: Hamit Altintop
- 2009: Cristiano Ronaldo
Puskas Award terus menjadi penghargaan yang sangat dinantikan oleh para pemain sepak bola di seluruh dunia. Penghargaan ini memberikan apresiasi bagi gol-gol yang dianggap paling spektakuler dan menarik perhatian publik.
Tahun ini, Santiago Montiel berhasil mengukir sejarah dengan mencatatkan namanya sebagai pemenang keempat dari Argentina. Kemenangannya juga menunjukkan bahwa sepak bola Amerika Latin tetap menjadi sumber inspirasi bagi banyak pemain di berbagai belahan dunia.
Di sisi lain, kegagalan Rizky Ridho menjadi pengingat bahwa kompetisi di tingkat internasional sangat ketat. Meskipun begitu, prestasi Ridho tetap menjadi kebanggaan bagi sepak bola Indonesia, terutama karena ia merupakan salah satu pemain muda yang memiliki potensi besar.
Puskas Award tidak hanya tentang gol yang indah, tetapi juga tentang bagaimana seorang pemain dapat menciptakan momen tak terlupakan dalam sebuah pertandingan. Setiap tahun, penghargaan ini menjadi ajang untuk mengapresiasi kreativitas dan bakat para pemain sepak bola di seluruh dunia.
Dengan hadirnya pemenang baru setiap tahun, Puskas Award terus memperkaya sejarah sepak bola global. Semoga di masa depan, pemain-pemain dari kawasan Asia Tenggara bisa kembali meraih gelar ini dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam sejarah penghargaan bergengsi ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar