
Kasus Bilqis, seorang anak berusia 4 tahun dari Kota Makassar yang hilang diculik dan akhirnya ditemukan di Suku Anak Dalam, Jambi, kini menjadi perhatian publik. Keberhasilan polisi dalam menemukan Bilqis mendapat apresiasi dari masyarakat. Kini, Bilqis telah kembali ke pangkuan keluarganya. Peran penting di sini adalah responsifnya pihak kepolisian dari Polrestabes Makassar. Banyak orang memberikan dukungan dan pujian terhadap tindakan cepat yang dilakukan oleh aparat.
Namun, tidak semua kasus anak hilang dapat terselesaikan dengan cepat. Contohnya adalah kasus Alvaro Kiano, seorang bocah usia 6 tahun asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang sudah menghilang selama 8 bulan dan hingga saat ini masih belum ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa ada banyak tantangan dalam penanganan kasus-kasus serupa.
Perhatian juga datang dari Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, yang menyoroti pentingnya peran orang tua dalam menjaga keselamatan anak. Ia menyebutkan bahwa dalam kasus di Sulawesi, ayah anak tersebut sedang bermain tenis, sehingga meninggalkan anaknya sendirian. Menurutnya, hal ini menjadi tanggung jawab orang tua.
“Jadi begini, masalah itu kan sebenarnya letaknya kepada orang tua. Kasus di Sulawesi itu. Bapaknya main tenis, anaknya ditinggal. Masa salah polisi? Kita harus jujur ya,” ujar Tandra saat ditemui di Jakarta, Rabu (12/11).
Meskipun demikian, Tandra menegaskan bahwa jika anak sudah hilang tanpa jejak, polisi harus tetap responsif terhadap laporan yang masuk. Ia menilai bahwa kepolisian perlu lebih waspada, terutama di daerah-daerah yang cenderung lebih terpencil.
“Tetapi kami tetap minta polisi responsif. Lebih berhati-hati. Sebab polanya sudah tahu. Mereka ini bekerja rata-rata di kota-kota besar yang agak-agak ke pinggir. Ya kan?” tambahnya.
Ia juga menyarankan agar pengawasan dilakukan secara intensif di daerah-daerah tersebut. “Pertama dipetakan oleh polisi dan kemudian intensifkan pengawasan,” imbuhnya.
Selain itu, Tandra menekankan pentingnya tindakan tegas dari pihak kepolisian dalam mengusut kasus penculikan anak. Setiap sindikat yang terbongkar harus dihukum berat agar menjadi efek jera bagi pelaku lainnya.
“Ya wajib lah (bongkar sindikatnya). Karena kasus ini harus dibongkar. Kan terlihat sindikatnya. Sindikasinya tuh ukurannya, dia setelah ambil dia sudah tahu ke mana dia kasih. Si itu dia tahu ke mana dia kasih,” katanya.
“Yang kedua, sudah bukan satu kali, berulang-ulang. Nah ini saya pesan yang bersangkutan harus dihukum berat. Supaya menjadi pelajaran,” pungkasnya.

Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar