
Tanggapan PDIP Mengenai Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan pernyataan mengenai satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ganjar Pranowo, menyatakan bahwa realisasi janji politik menjadi tugas utama bagi pemerintahan Prabowo. Meskipun demikian, Ganjar tidak menyangkal bahwa tantangan eksternal menjadi hambatan dalam pelaksanaan program pemerintah.
“Situasi eksternalnya buruk, maka mesti berbenah. Pekerjaan rumah paling besar adalah bagaimana janji politik itu bisa dilaksanakan,” ucap Ganjar di kawasan Senayan, Jakarta, pada Ahad, 19 Oktober 2025.
Pemerintahan Prabowo-Gibran genap berusia satu tahun pada hari ini, Senin, 20 Oktober 2025. Ganjar menyarankan agar pemerintah melakukan langkah korektif jika belum mampu merealisasikan janji-janji yang telah diumumkan. Menurutnya, koreksi tersebut harus mengacu pada masukan dan catatan publik. “Melakukan koreksi itu tidak apa-apa. Ada banyak hal semua program belum bisa tercapai, tentu saja. Dan ini satu tahun pertama,” tambah Ganjar.
Ia juga menegaskan pentingnya mendengarkan suara publik. Ganjar mencontohkan beberapa program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Menurutnya, program-program tersebut masih memerlukan pengawasan ekstra agar tidak menimbulkan masalah di masa depan. “Suara dari publik itu baik untuk didengarkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ganjar menyoroti soal anggaran. Bagi dia, jika anggaran tidak cukup untuk melaksanakan semua program, pemerintah perlu melakukan penyesuaian atau adjustment. “Jadi tidak membuat beban pemerintah berat, karena juga harus bayar utang banyak kan,” kata Ganjar.
Evaluasi Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Masa pemerintahan Prabowo-Gibran memasuki satu tahun hari ini. Prabowo mengklaim pemerintah mampu menghasilkan sesuatu untuk memenuhi janjinya kepada rakyat selama satu tahun pemerintahannya. Namun, Prabowo tidak menyampaikan detail janji apa yang dipenuhi.
Di hadapan para wisudawan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Trans Convention Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu, 18 Oktober 2025, Prabowo hanya mengatakan lebih percaya diri kepada masyarakat karena memenuhi apa yang dijanjikan. "Senin, 20 Oktober 2025 nanti saya sudah 1 tahun memimpin. Saya bisa katakan di hadapan masyarakat Indonesia dengan percaya diri karena kami telah buktikan kepada bangsa dan seluruh dunia, karena kami dapat menghasilkan apa yang kami janjikan kepada rakyat," kata Prabowo dipantau via YouTube UKRI TV pada Sabtu, 18 Oktober 2025.
Lembaga penelitian Center for Economic and Law Studies atau Celios merilis hasil survei penilaian kinerja satu tahun Prabowo-Gibran. Celios mengungkapkan responden memberi nilai rata-rata 3 dari 10 untuk pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam survei tersebut, Celios menggunakan pendekatan penilaian pakar dengan bertanya kepada 120 jurnalis dari 60 lembaga pers. "Rata-rata nilai itu ada di angka 3 dari 10," kata peneliti Celios Media Askar dalam konferensi pers peluncuran hasil survei Celios pada Ahad, 19 Oktober 2025.
Celios mengungkapkan 29 persen jurnalis memberi nilai 1 dari 10 atau sangat buruk terhadap kinerja Prabowo-Gibran dalam satu tahun terakhir. Sementara sebanyak 14 persen memberi nilai 2 dari 10 dan 20 persen memberi nilai 3 dari 10. Di sisi lain, hanya 2 persen responden yang memberikan nilai 8 dari 10 dan 1 persen responden memberi nilai 9 dari 10. Tidak ada responden yang memberi nilai sempurna atau 10 kepada Prabowo-Gibran.
Rata-rata penilaian tersebut turun dari survei penilaian kinerja yang dilakukan Celios saat 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran. Ketika pemerintahan baru berumur 100 hari, Prabowo mendapatkan nilai 5 dari 10 sementara Gibran mendapatkan nilai 3 dari 10.
Penulis Artikel
Savero Aristia Wienanto, Sultan Abdurrahman, dan Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar